Hati-hati! Daun ini Masuk Narkoba Jenis Baru Karena Bisa Bikin…

BNews—NASIONAL— Daun Kratom dikenal sebagai bahan dasar obat herbal untuk meredakan lelah dan meningkatkan stamina. Di Indonesia, utamanya di Kalimantan dan daratan Asia seperti Malaysia, Thailand dan Myanmar mengenal sebagai tanaman obat tradisional.

Tanaman tropis ini masih satu keluarga dengan kopi (Rubiaceae). Dan mampu tumbuh setinggi empat sampai 16 meter. Para petani biasanya memanfaatkan daun Kratom yang memiliki lebar lebih dari telapak tangan orang dewasa.

Kratom dipercaya dapat membantu mengurangi rasa sakit, membuat rileks, mencegah kelelahan dan membantu pecandu opium berhenti. Manfaatnya pun sudah sangat poluler hingga Amerika Serikat.

Namun, di Indonesia, melalui Badan Narkotika Nasional atau BNN, mengelompokkan daun Kratom sebagai golongan I narkotika. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga melarang penggunaan daun Kratom sebagai bahan baku suplemen dan obat herbal.

Diketahui, olahan daun kratom dapat menimbulkan efek euforia atau bekerja layaknya obat bius yang membuat emosi dan sensasi yang dirasakan otak menjadi berantakan. Bahan aktif yang terkandung dalam daun Kratom adalah alkaloid mitragynine dan 7-hydroxymitragynine.

Kandungan ini bisa memberikan efek analgesik atau meredakan nyeri, meredakan peradangan di tubuh, atau membuat otot menjadi lebih rileks. Bahkan, jumlah alkaloid pada daun Kratom dianggap sama dengan yang terdapat pada narkoba jenis opium dan magic mushroom.

Tubuh akan merasakan efek samping daun Kratom dalam waktu sepuluh menit setelah dikonsumsi. Efek itu bisa bertahan sekitar 1,5 jam. Apabila dikonsumsi dalam jumlah besar, efeknya bisa mencapai lima jam. Dalam waktu itu pula, daun Kratom dapat membuat koordinasi motorik tubuh terganggu, seperti yang terjadi pada orang mabuk.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Selain euforia, berikut beberapa efek samping yang bisa muncul dari konsumsi daun Kratom:

  1. Mulut kering
  2. Badan menggigil
  3. Mual dan muntah
  4. Berat badan turun
  5. Gangguan buang air kecil dan buang air besar
  6. Kerusakan hati
  7. Nyeri otot
  8. Pusing
  9. Mengantuk
  10. Halusinasi dan delusi
  11. Depresi
  12. Sesak napas
  13. Kejang
  14. Koma
  15. Meninggal dunia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: