Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Hindari Gagal Panen Tembakau Di Magelang, Sistem Tumpang Sari Jadi Solusi

Hindari Gagal Panen Tembakau Di Magelang, Sistem Tumpang Sari Jadi Solusi

  • calendar_month Rab, 29 Sep 2021

BNews–MAGELANG– Sistem tumpang sari pada ladang tembakau merupakan salah satu solusi menghindari gagal panen. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang, Romza Ernawan (27/9/2021).

“Seperti saat ini, musim penghujan datang lebih awal, hal itu membuat kendala bagi petani Tembakau dalam mengolah pasca petik daun Tembakau, yaitu penjemuran rajangan daun Tembakau. Idealnya daun rajangan Tembakau harus kering dalam satu hari, maka ketika musim penghujan hal itu menjadi kurang maksimal, serta berpotensi mengurangi kualitas Tembakau,” ucap Romza, Senin (27/9/2021).

Romza menerangkan, diwilayah Kabupaten Magelang, komoditas Tembakau masih menjadi komoditas yang menarik bagi petani, sehingga setiap musim tanam Tembakau banyak petani yang menanam Tembakau dengan harapan dapat untung besar.

“Di Kabupaten Magelang cukup banyak petani yang rutin tanam Tembakau setiap tahunnya, diantaranya mulai dari daerah Kecamatan Windusari, Pakis, Ngablak, Tegalrejo, Muntilan, Sawangan, Mungkid, Mertoyudan dan Borobudur. Tentunya hal ini jangan sampai membuat petani mengalami kerugian besar karena gagal panen akibat pengaruh cuacam Maka sistem tumpang sari menjadi solusi,” papar Romza.

Menurut Romza, sudah banyak petani yang menerapkan sistem tumpang sari, meskipun belum semuanya. Dengan sistem tumpang sari tersebut petani bisa mendapatkan panen cadangan dari tanaman selain Tembakau.

“Dalam sistem tumpang sari ini, ladang Tembakau tidak hanya ditanami Tembakau tetapi juga tanaman palawija lainnya. Bila pada akhirnya Tembakau kurang bagus, petani masih mempunyai cadangan panen; yakni dari tanaman yang turut ditanam mendampingi tanaman Tembakau,” ungkap Romza.

Romza menambahkan, kendala utama yang sulit ditanggulangi dalam proses tanam Tembakau adalah cuaca, yaitu hujan. Karena selain mengurangi kualitas penjemuran rajangan daun Tembakau; untuk daun yang belum dipetik juga akan turun kualitasnya bila curah hujan terlalu tinggi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Jangan sampai hanya Tembakau yang diandalkan tanpa didampingi tanaman lainnya, karena saat ini cuaca sulit diprediksi,” imbuh Romza.

Salah satu petani Tembakau, Roji, warga Carikan Desa Deyangan, Mertoyudan Magelang menuturkan, dirinya menanam Tembakau tanpa tanaman pendamping. Hal itu dikarenakan menggunakan lahan persawahan.

“Tembakau kami tergolong Tembakau Sawah, bukan Tembakau ladang, sehingga kami kesulitan menerapkan sistem tumpang sari. Saat ini harga Tembakau memang belum naik, namun masih ada harapan karena belum dipuncak masa panen. Harapannya semoga harga bisa naik, kendati sudah turun hujan. Kami juga belum mengetahui keuntunga atau kerugian, nanti setelah musim Tembakau berakhir baru bisa diketahui untung ruginya,” tutur Roji. (bsn)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less