HOAX….Beredar Video Menag Izinkan Tarawih dan Buka Puasa Bersama

BNews—NASIONAL— Bulan suci Ramadan sebentar lagi tiba. Namun, virus corona hingga saat ini masih merajalela.

Kabar baiknya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi pun memutuskan tetap mengizinkan masjid-masjid untuk menggelar Salat Tarawih dan Buka Puasa Bersama di tahun ini. Namun belakangan, pernyataan yang dilontarkan Menag adalah hoax alias kabar palsu.

Berita hoax itu beredar di aplikasi percapakan populer WhatsApp dan viral di media sosial. Untuk meyakinkan masyarakat, pesan tersebut disertai video Fachrul Razi yang memberikan pemaparan. Bahwa Salat Tarawih dan Buka Puasa Bersama bisa dilakukan seperti biasanya.

Berikut cek fakta versi Borobudur News tentang hoax yang menyebutkan Menag Fachrul Razi memperbolehkan Salat Tarawih dan Buka Bersama di tengah epidemi covid-19:

Baca juga: Daftar Pekerjaan Yang Tidak Terganggu Covid-19

Narasi menyebut Menag mengizinkan Salat Tarawih dan Buka Bersama asal hati-hati

Dalam sebuah narasi tersebut, Fachrul Razi memperbolehkkan masyarakat melaksanakan kegiatan Salat Tarawih dan Buka Puasa Bersama saat pandemi Covid-19. Fachrul juga mengimbau agar kegiatan bisa dijalankan dengan penuh kewaspadaan. Berikut isi pesan tersebut:

”BERITA GEMBIRA, Menag Fachrul Razi mengizinkan masjid2 untuk melaksanakan Salat Tarawih, Buka Puasa Bersama dll di bulan Ramadan tahun ini dengan tetap menjaga kebersihan dan kewaspadaan,” bunyi pesan tersebut.

Video yang tersebar adalah video lama

Akan tetapi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menjelaskan bahwa informasi tersebut adalah disinformasi atau informasi palsu.

Kemkominfo memastikan, Fachrul razi yang mengizinkan masjid menggelar Salat Tarawih dan Buka Bersama di tahun 2020 ini adalah tidak benar. Video yang disebarkan melalui aplikasi percakapan WhatsApp itu merupakan video yang dipublikasikan pada tanggal 13 Maret 2020.

Penyataan disampaikan sebelum surat edaran Menag diterbitkan

Saat video itu dipublikasikan, Menag belum mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441H di tengah pandemi covid-19.

Surat edaran itu diterbitkan pada 6 April 2020 dan telah ditandatangani oleh Menag serta telah diedarkan kepada jajaran Kemenag di seluruh Indonesia.

”Surat edaran ini dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat Muslim di Indonesia dari risiko covid-19,” kata Menag Fachrul Razi dalam surat edaran terseut. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: