HOAX…Remaja Magelang ini Bukan Kecanduan Game

BNews—DUKUN— Sempat viral sebuah video seorang remaja di Magelang menderita sebuah penyakit. Dalam video tersebut tampak seorang remaja saat berhadapan dengan tenaga medis untuk konsultasi didampingikeluarganya.

Saat video itu menyebar disertai caption yang belum jelas kebenarannya. Dimana caption tersebut intinya remaja tersebut sakit karena kecanduan game online. Diketahui juga bahwa video tersebut di rekam oleh salah satu tenaga medis di sebuah Puskesmas di Kabupaten Magelang dan bias menyebar ke khalayak umum.

Melihat kejadian tersebut, salah satu pihak keluarga remaja tersebut melalui akun Facebook yang bernama Shifara Branded Kids memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Dalam postingan yang disertai lampiran screnshote video, sebuah chatingan, dan penjelasan nama penyakit akun tersebut mengaku sebagai kakak sepupunya.

“Saya disini selaku salah satu keluarga dari adek sepupu saya(pasien yg ada di video tsb),ingin mengklarifikasi berita yang sudah ada tentang adek saya tersebut. Bahwa dalm video yang viral tertulis adek say sakit karena game online,” tulisnya sebagai awal klarifikasinya.

Dirinya menuliskan terkait kronologi mengetahui video itu viral dimana bermula sehabis dari Puskesmas video tersebut tersebar. “Sedangkan pihak keluarga belum mengetahui sakit yang sebenarnya disebabkan oleh apa. Tapi video sudah terlanjur tersebar dan menjadi viral,” ungkapnya dalam caption.

Dalam caption tersebut juga tertulis bahwa pihak keluarga mengetahui video tersebut viral disaat pihak keluarga sedang dalam proses mau memeriksakan adeknya ke dokter spesialis. ‘Setelah kita periksakan ke dokter spesialis, adek saya ini sakit bukan karenan game online. Adek sepupu saya ini, kami tegaskan sakit bukan karena kecanduan game online ataupun terkena radiasi hp. Memang,dia senang bermain game online,api penyebab sakit yang dideritanya bukan dikarenakan game online,’ tegasnya.

“Alhamdulillah saat ini adek saya sudah ditangani oleh dokter spesialis,sudah di cek kondisi kejiwaannya alhamdulillah normal semua,bahkan makan,sholat pun seperti biasa,” imbuhnya.

BACA JUGA : Tumbuh Hingga 2 Meter Lebih, Orang Tua Remaja Ini Bongkar Pintu Rumah

Shifara Branded Kids dalam tulisannya juga mengungkapkan bahwa dari hasil pemeriksaan dokter sudah keluar. “Dokter menyatakan adek saya ini sakit ” HEMIBALLISMUS'” singkat penjelasan dokter,Hemiballismus adalah infeksi bakteri yg menyerang sistem saraf,akibatnya menimbulkan gerakan ditangan dan kakinya tanpa bisa dikendalikan,” paparnya.

Dijelaskan juga kronologinya awal mulanya video tersebut direkam salah satu petugas puskesmas sebelum diperiksa dokter. “Adek saya bersama keluarga mendatangi puskesmas sekitar untuk berkonsultasi dan minta pengarahan, harus berobat di dokter spesialis manakah baiknya untuk kesembuhan adek saya ini, ungkapnya.

“Keluarga juga bingung, karena awam bagi kami melihat kondisi seperti itu.kami sempat berfikir,apa penyebabnya karena sering main game?dan dikonsultasikan ke pihak kesehatan. Pada saat berkonsultasi, ternyata ada salah satu petugas puskesmas yang merekam,dan menge-share video adek saya tersebut tanpa izin dari pihak keluarga dan mengklaim kalau adek saya itu sakit penyebabnya adalah game online (seperti keterangan wawancara di video tsb). Itupun sebelum kami memeriksakan adek saya kepada dokter dibidangnya serta belum ada diagnosa apapun dari dokter,” kutipnya.

Dengan kejadian tersebut pihak keluarga juga memohon untuk tidak menyebarkan video tersebut dengan keterangan tidak benar. Keluarga khawatir akan berimbas ke psikis adek saya nantinya apabila adek saya mengetahui bahwa video tersebut tersebar dan viral. Akan membuat adek saya semakin tertekan.

“Mohon untuk tidak disebarkan. Apabila ada yang menerima video tersebut untuk segera dihapus jangan diviralkan. Dengan begitu kita sama sama menjaga apapun yang menjadi HAK hidup orang lain. Dan kini adik saya sudah mendapat perawatan dan mohon doanya demi kesembuhan adik saya,” pungkasnya. (Bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: