IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Sebanyak 19 Orang Positif Covid, Pasar Cebongan Sleman Ditutup Sementara

BNews–SLEMAN– Mulai hari ini Pasar Cebongan di Kecamatan Mlati Kabupaten Sleman ditutup sementara selama tiga hari. Hal menyusul 19 orang dinyatakan positif covid dari hasil tracing penjaga toilet pasar yang terinfeksi virus Corona.

Penutupan pasar tersebut selama tiga hari dari Selasa (15/9/2020) sampai dengan Kamis (17/9/2020),” ungkap Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Harda Kiswaya, dikutip Harjo (14/9/2020).

Ia menyebutkan penutupan ini dilakukan untuk seluruh pasar. Sebelumnya, penutupan sudah dilakukan untuk satu blok pasar di mana penjaga toilet itu beraktivitas sehari-hari.

“Ini alternatif yang pahit. Yang dikhawatirkan adalah masyarakat akan takut datang kembali ke pasar meskipun nanti sudah dibuka lagi,” imbuhnya.

Kabar penjaga toilet yang dinyatakan positif Covid-19 itu sempat menggegerkan masyarakat beberapa waktu terakhir. Sebab, pekan lalu beredar pesan berantai di kalangan warga yang mengandung ajakan untuk tidak berbelanja di pasar tersebut terlebih dahulu lantaran ada penjaga toilet positif Covid-19.

Menurut Harda yang juga menjabat Sekda Sleman, setelah ada kasus tersebut, tracing hanya dilakukan pada satu blok pasar. Dari penelusuran kontak itu, didapatkan lima orang lainnya juga positif.

Kemudian, langkah yang diambil adalah menutup sementara blok tersebut. “Karena hanya satu blok yang kena, jadi sebelumnya pasar tetap buka,” kata Harda.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Saat ini, tracing terhadap pedagang lain dan keluarga pedagang di pasar tersebut masih dilakukan. Yang ia khawatirkan, meskipun protokol kesehatan di pasar sudah dilakukan secara ketat, mobilitas pedagang tidak bisa dipantau secara menyeluruh karena ada dagangan yang didatangkan dari luar Sleman.

“Sayuran ada yang didatangkan dari Magelang, juga bawang dari daerah Pantura,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan setelah ada satu penjaga toilet yang diketahui positif Covid-19; dan tracing dilakukan pada sejumlah orang yang berkontak erat dengannya, rupanya ada lagi satu pedagang yang diketahui positif pada Selasa (8/9/2020).

Dari temuan tersebut, Dinkes Sleman melakukan tracing kepada kurang lebih 100 orang dengan tes cepat maupun usap. Rupanya ada penambahan kasus lima orang positif Covid-19 dari kalangan pedagang dan keluarganya.

 “Lalu ada penambahan lagi 12 orang positif,” imbuh Joko.

Atas penambahan ini, saat ini akumulasi kasus positif Covid-19 di Pasar Cebongan ada 19 orang. Menurut Joko, penularan Covid-19 di Pasar Cebongan sudah bisa disebut kalster.

Ia menambahkan, dari klaster ini sebagian besar yang terpapar Covid-19 berasal dari kalangan keluarga pedagang.

Ia meminta untuk kalangan yang sempat kontak erat dengan pasien positif untuk melakukan karantina mandiri untuk kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini, sebagian pasien positif dengan gejala ringan sampai sedang dirawat di rumah sakit, sementara sebagian besar yang tanpa gejala diisolasi di selter Asrama Haji Jogja. (*/Lubis)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: