Ini Kronologi dan Daftar Nama Korban Keracunan Jamu di Mungkid

BNews—MUNGKID— Tragedi keracunan massal jamu gendong di wilayah Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang masih dalam proses penyelidikan. Seebanyak 11 ibu-ibu harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Muntilan kemarin sore (26/3).

 

Kapolsek Mungkid AKP  dalam rilsnya menerangkan bahwa awalnya para korban ini meminum jamu seperti biasa dari pedagang jamu gendong pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 wib. “Diduga korban ini mengalami keracunan setelah meminum Jamu gendong jenis uyup-uyup yang biasa dijual keliling untuk ibu-ibu yang sedang menyusui,” katanya.

 

“Namun selang satu jam para korban keracunan ini merasakan pusing, mual mual hingga muntah-muntah, dan sekitar pukul 16.30 wib para korban ini dilarikan ke RSU Muntilan menggunakan ambulance Puskesmas Mungkid untuk mendapat perawatan,” imbuhnya.

 

Untuk 11 korban tersebut antara lain Anik Trianingsih, 37, Haryanti, 36, Ida Riiwati, 33, Lusia Arviani, 23, Napsiah, 30, Santi Rahmawati, 30, Sarwati, 25, Saidah, 35, Indah Saputri, 22, Dias Triyuliani, 29,dan Maesaroh, 19. “Untuk saat ini para korban sudah mendapat penanganan medis dan menjalani perawatan di RSU Muntilan bangsal Mawar no 1, 2 dan 5,” paparnya.

 

Sementara penjual jamu dengan inisial SS,  56 Warga Desa Treko masih dimintai keterangan. “Menurut keterangan korban bahwa mereka sudah sering meminum jamu dari penjual ini, dan penjual jamu ini juga sudah selama 26 tahun berjualan jamu tidak pernah terjadi masalah apa-apa,” terang Kapolsek Mungkid AKP Supriyono.

 

Dalam kejadian ini pihak Polsek Mungkid masih melakukan penyelidikan dengan mencatat keteranagn saksi, mengamankan barang bukti berupa lumping beserta alu dan botol jamu sebanyak 10 botol sekalihus sisa jamu yang diminum korban. “Sisa jamu yang diminum korban masih dalam uji laboratorium dan masih menunggu hasilnya,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: