Ini Riwayat Kontak Bayi Asal Magelang Yang Positif Covid-19

BNews—MAGELANG— Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang mengungkapkan, satu dari dua pasien baru positif covid-19 merupakan seorang bayi sembilan bulan.

Berdasarkan hasil tracing, balita asal Kelurahan Cacaban Kecamatan Magelang Tengah diduga tertular dari sang ayah sepulang dari Riau.

”Untuk riwayat bayi positif tersebut diduga terpapar dari ayahnya yang sebulan lalu baru pulang dari Riau,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Magelang, dr Majid Rohmawanto, hari ini (28/5).

Majid menjelaskan, sang bayi mengalami gejala flu dan muntah berak cair, kemudian dilarikan ke RSUD Tidar Kota Magelang. Kemudian ditetapkan sebagai PDP dan dirawat di ruang isolasi dengan ditemani oleh ibunya.

”Ternyata setelah swab, hasilnya positif dan Ibu bayi otomatis menjadi Orang Tanpa Gejala (OTG) selanjutnya akan dilakukan swab,” paparnya.

Setelah dinyatakan positif, semua yang berkontak erat dengan bayi akan diperiksa di RS Budi Rahayu. Kemudian, ayah dari sang bayi positif tersebut akan segera diperiksa pada Kamis (28/5) karena panas.

Diberitakan sebelumnya, Kasus positif covid-19 di Kota Magelang bertambah dua pasien. Dua kasus tersebut yakni seorang pria berusia 64 tahun dari Kelurahan Kramat Utara Kecamatan Magelang Utara. Dan seorang bayi berumur sembilan bulan dari Kelurahan Cacaban Kecamatan Magelang Tengah.

Loading...

Dengan tambahan dua kasus tersebut, saat ini jumlah kasus positif terkonfirmasi yang ditemukan di Kota Magelang sebanyak 24 orang. Dari jumlah tersebut, sepuluh orang terkonfirmasi positif dirawat di rumah sakit dan sepuluh orang dinyatakan sembuh kemudian empat lainnya telah meninggal.

Selanjutnya jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) saat ini sebanyak 35 orang dengan 28 orang diantaranya dinyatakan sembuh. Kemudian dua orang masih dirawat, satu orang dirujuk dan empat PDP lainnya meninggal.

Untuk Orang Dalam Pengawasan (ODP) hingga saat ini ada 260 yang ditemukan dan 232 diantaranya telah sehat. Ada 27 ODP yang masih tahap dipantau dan satu ODP lainnya meninggal. (mta/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: