Ini Sosok Pembuat Monumen Bambu Rucing Muntilan

BNews—MUNTILAN— Monumen bambu runcing sangat dikenal oleh masyarakat di Kabupaten Magelag. Letaknya di dekat pusat Kecamatan Muntilan, membelah jalan utama Magelang-Jogjakarta.

Lalu, siapa yang membuat monument ini ? Serta makna apa yang ada dalam pembangunan monument tersebut.

Advertisements


Salah satu arsitek monument bambu runcing adalah Doelkamid Djayaprana. Pria berambut gondrong ini memang seorang seniman. Pemahat patung. Rumahnya di kawasan Prumpug Muntilan.


Darah seni pahat di kawasan itu merupakan warisan nenek moyang. Dari cerita leluhur, dusun Prumpung adalah tempat peristirahatan para pekerja pengusung batu dari lereng Merapi ketempat pembuatan Candi di Borobudur. 

Dia juga membuat miniatur Candi Borobudur yang dipajang di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Dari tangannya terlahir tujuh miniatur candi, diantaranya candi Prambanan, Gedongsongo, Candi Sewu Penataran dan Pring Apus. 

Pembangunan monumen ini dilaksanakan saat era Bupati Ahmad. “Waktu itu kami dibantu seniman-seniman patung untuk melaksanakan, menata, dan membuat Patung Bambu Runcing, dan saya beruntung kembali bahwa ternyata tempat monumen  itu dipilih tepat di depan rumah saya di Prumpung, sehingga waktu pengerjaaanya tidak ribet”, kisahnya.

Doelkamid Djayaprana

Menurutnya ada tiga titik yang menjadi dasar pembuatan Monumen Bambu Runcing, yakni Monumen Bambu Runcing yang menggunakan relief perjuangan. Dibuatlah patung menggunakan Bendera Merah Putih dan bersenjatakan bambu runcing.

Ada lagi, patung sedang membawa bakul nasi. Dan yang terakhir alat perawatan. Semuanya menggambarkan perjuangan pada waktu itu.

Bangunan itu memiliki ketinggian sekitar 24 m, lebar 12 m, dan bersegi 8. (co/her)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: