Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Inovasi Kerajinan Bambu Borobudur Menembus Pasar Bali hingga Singapura

Inovasi Kerajinan Bambu Borobudur Menembus Pasar Bali hingga Singapura

  • calendar_month 29 menit yang lalu

BNews–MAGELANG– Perajin asal Desa Kebonsari, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Heri Sutrisno, berhasil mengubah iratan bambu lokal menjadi kerajinan kap lampu dan furnitur modern yang kini diminati pasar luar daerah hingga mancanegara.

Inovasi ini berawal dari niat Heri mempertahabkan keterampilan menganyam bambu warisan keluarga. Titik baliknya terjadi pada 2018 setelah mendapat pendampingan saat kegiatan pengabdian masyarakat dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Ia mulai mengadopsi teknik coiling (pilin) yakni melilit iratan bambu memanjang menjadi gulungan hingga melahirkan produk kap lampu yang paling diminati.

“Saya kembangkan sendiri untuk dijadikan lebih besar. Ternyata saya bisa buat lebih besar, yaitu kap lampu dan malah laku di pasaran,” ungkap Heri, Jumat (4/9/2026).

Melalui promosi media sosial, pasar Omah Pring terus meluas. Bali menjadi penyerap utama dengan permintaan kap lampu mencapai 100–150 unit per bulan. Sementara pesanan dari Singapura mulai mengalir secara berkala.

“Kalau yang Singapura baru dua kali. Tahun 2024, terus berhenti, kemudian sekarang minta lagi,” tambahnya.

Dibantu tiga pekerja, Heri mampu memproduksi 3 hingga 6 unit kap lampu per hari demi memenuhi permintaan pasar yang kian berkembang.

(*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less