Intensitas Kegempaan Merapi Cenderung Landai, Warga Lereng Gunung Tetap Waspada

BNews—JOGJAKARTA— Aktivitas Gunung Merapi minggu ini terpantau melandai dibandingkan pekan lalu. Hal tersebut diungkapkan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) JogJakarta.

Kepala BPPTKG Jogjakarta Hanik Humaida menjelaskan, landainya aktivitas Merapi adalah satunya tergambar dari intensitas kegempaan Merapi.

”Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif lebih rendah dibandingkan minggu lalu,” jelas Hanik, Sabtu (26/7).

Hanik mengatakan, dalam minggu ini (Jumat-Kamis, 17-23 Juli 2020) kegempaan Gunung Merapi tercatat 13 kali gempa hembusan (DG). 12 kali gempa vulkanik dangkal (VTB), 55 kali gempa fase banyak (MP), empat kali gempa low frekuensi (LF), 28 kali gempa guguran (RF), dan 20 kali gempa tektonik (TT).

Adapun terkait deformasi atau perubahan bentuk permukaan tubuh Gunung Merapi karena adanya aktivitas magma. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada minggu ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar satu sentimeter.

Jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,690 meter hingga 4.044,701 meter. Dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.858,995 meter hingga 3.859,003 meter. Baseline GPS Klatakan–Plawangan berkisar pada 6.164,05 meter hingga 6.164,07 meter.

Terang dia, pada minggu ini, tidak dilaporkan terjadi hujan dan lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Sementara, secara visual cuaca di sekitar Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Loading...

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah. Tinggi asap maksimum 200 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Kaliurang pada Rabu (22/7) pukul 09.37 WIB.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

 “Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah. Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 11 Juli 2020 sebesar 200 ribu meter kubik,” terangnya.

Ia menyimpulkan, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, kubah lava Gunung Merapi saat ini dalam kondisi stabil. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas Waspada.

Potensi bahaya saat ini berupa awan panas dari runtuhnya kubah lava dan lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif. “Kepada para pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana Gunung Merapi direkomendasikan radius tiga kilometer dari puncak Merapi agar dikosongkan dari aktivitas penduduk dan pendakian,” pungkasnya (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: