Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jalan dr. Sutomo Muntilan Rusak Parah, Diduga Akibat Truk Material Merapi yang Nekat Melintas

Jalan dr. Sutomo Muntilan Rusak Parah, Diduga Akibat Truk Material Merapi yang Nekat Melintas

  • calendar_month Jum, 5 Jun 2026

Di sisi lain, Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang mengakui bahwa pelanggaran oleh armada pengangkut material Merapi masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dishub Kabupaten Magelang, Priyo Cahyono, mengatakan pihaknya bersama Polresta Magelang telah berulang kali melakukan sosialisasi, pemasangan water barrier, serta papan imbauan. Namun pelanggaran masih terus terjadi.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

“Pencegahan, bersama Polresta Magelang sudah melakukan sosialisasi, sudah memasang water barrier, papan himbauan, tapi pelanggaran masih terjadi,” katanya kepada Borobudurnews.com (4/6).

Menurut Priyo, sejumlah armada angkutan material masih sering bermain “kucing-kucingan” dengan petugas untuk menghindari pengawasan di lapangan.

“Namun, sejak dulu sampai sekarang kita masih masalahnya dengan armada truk material itu yang sering istilahnya kucing-kucingan dan itu kita harus bersabar, tidak bosan-bosan dengan himbauan, dengan pelibatan berbagai pihak, agar pelanggaran-pelanggaran itu diminimalisir,” ujarnya.

Ia menilai kesadaran dari para pengusaha dan sopir truk menjadi faktor penting dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Pemerintah, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan semua pihak.

Jalan dr. Sutomo Muntilan Rusak Parah, Diduga Akibat Truk Material Merapi yang Nekat Melintas
Jalan dr. Sutomo Muntilan Rusak Parah, Diduga Akibat Truk Material Merapi yang Nekat Melintas

“Kami butuhkan agar ada solusi dan kesadaran para pengusaha truk pasir, para pengemudi semuanya untuk menaati aturan yang ada melalui jalur yang sudah ditetapkan dan kita akan terus bekerja sama dengan semua pihak,” katanya.

Terkait rencana pencegahan lanjutan, Dishub Kabupaten Magelang mengaku masih melakukan kajian bersama instansi terkait. Salah satu opsi yang muncul adalah pemasangan portal maupun pembatas permanen yang lebih kuat dibanding water barrier.

Namun, menurut Priyo, setiap opsi memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga perlu pembahasan lebih lanjut.

“Ini kita harus koordinasi lagi dengan pihak terkait. Sudah saya sampaikan terkait dengan water barrier yang saat ini ternyata digeser-geser. Sudah dipasang, tapi masih bisa digeser. Airnya mungkin dibuang. Ini kan ada wacana untuk pakai beton barrier, tapi ada plus minusnya,” jelasnya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Selain itu, pemasangan portal juga dinilai belum tentu menjadi solusi mutlak karena berpotensi dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Nanti ke depan dengan portal yang ketinggian, walaupun itu tidak menjamin seratus persen, karena yang ada di mana-mana itu kadang portal dirusak, digeser. Itu perlu dikaji juga,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini rencana tersebut masih dalam tahap kajian, termasuk pembahasan terkait kebutuhan anggaran dan koordinasi lintas instansi.

“Masih dikaji, termasuk penganggaran juga, bagaimana penganggarannya. Ini kan perlu koordinasi lebih lanjut. Jadi itu masih dalam wacana karena sudah diterapkan dengan water barrier masih ada yang digeser-geser,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Magelang bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan berkomitmen terus melakukan pengawasan serta mencari solusi terbaik agar kerusakan Jalan dr. Sutomo tidak terus berulang. Selain menjaga kondisi infrastruktur, langkah tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. (bsn)

@borobudurnews_

Jalan rusak, warga makin geram, Lur! 😡🛣️ Kondisi Jalan dr. Sutomo Muntilan, Kabupaten Magelang, kembali menjadi sorotan setelah mengalami kerusakan cukup parah. Warga menduga kerusakan ini dipicu oleh banyaknya truk pengangkut material Merapi yang masih nekat melintas di jalur yang sebenarnya sudah dilarang untuk kendaraan berat. Padahal berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari pemasangan water barrier, papan larangan, hingga sosialisasi oleh Polresta Magelang dan Dinas Perhubungan. Namun, pelanggaran masih terus terjadi. Bahkan, petugas mengakui masih sering terjadi aksi "kucing-kucingan" antara sopir truk dan pengawas di lapangan. Baca lengkap www Borobudurnews com (link di bio) Menurut sedulur, solusi apa yang paling tepat untuk menghentikan truk material yang masih nekat melintas di jalur terlarang? 👇 #Borobudurnews #Muntilan #Magelang #JalanRusak #DrSutomoMuntilan #TrukPasirMerapi #MaterialMerapi #InfoMagelang #KabupatenMagelang #JawaTengah #Infrastruktur #BeritaMagelang

♬ original sound – BorobudurNews

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less