Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Jembatan Gantung Garuda Hubungkan 2 Kecamatan di Magelang, Danrem 072/Pamungkas Tinjau Progres Pembangunan

Jembatan Gantung Garuda Hubungkan 2 Kecamatan di Magelang, Danrem 072/Pamungkas Tinjau Progres Pembangunan

  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026

BNews–MAGELANG– Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Dusun Pungangan, Desa Balekerto, Kecamatan Kaliangkrik, dengan Dusun Kaliduren, Desa Sukodadi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang, Kamis (22/1/2026).

Bambang mengungkap bahwa Jembatan Gantung Garuda memiliki manfaat untuk menghubungkan dua wilayah, yakni mempercepat akses masyarakat dan ekonomi lokal.

“Dengan jembatan gantung ini, jarak tempuh antar desa bisa semakin singkat. Aktivitas warga menjadi lebih mudah dan lancar,” ungkapnya, usai melakukan peninjauan, Kamis (22/1/2026).

Dia menjelaskan, jembatan gantung ini memiliki bentang sepanjang 35 meter. Nantinya bisa dilewati pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

“Pembangunan ditargetkan satu bulan selesai. Ya mundur-mundurnya satu bulan lebih satu minggu. Saya hadir ke sini juga untuk mengecek, kira-kira apa yang bisa dilakukan untuk menggenjot pembangunan ini,” jelasnya.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda dilaksanakan oleh prajurit TNI dan warga setempat. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga dua wilayah yang selama ini terpisah oleh sungai.

“TNI ada 10 orang, termasuk dua teknisi. Dengan ditambah warga, ya ada sekitar 20 pekerja, tapi ya menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan partisipasi masyarakat. Progres pembangunan sekitar 30 persen,” ujar Bambang.

Tambah dia, di wilayah Kabupaten Magelang ada dua Jembatan Gantung Garuda yang sedang dalam tahap pembangunan.

“Selain di sini, ada di Kecamatan Ngablak,” imbuhnya.

Kepala Desa (Kades) Balekerto, Kastholani pun bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas pembangunan jembatan gantung tersebut.

“Dengan jembatan ini, bisa mempermudah akses warga kami. Karena memang sudah sejak tahun 90an tidak ada jembatan. Dulu ada tapi jembatan bambu,” ucapnya.

Sebelumnya, warga yang akan ke Kaliduren harus mengambil jalan memutar dengan jarak tempuh mencapai 20 menit. “Kalau jalan kaki ya bisa 40 menit sampai 1 jam,” pungkasnya. (mta).

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less