Jembatan Penghubung di Lereng Merapi Ambrol, Akses Warga Kamongan Terputus
- calendar_month Kam, 5 Jun 2025

Pengendara meilintas bergantian di jembatan Gayam Kamongan Srumbung Kabupaten Magelang yang ambrol akibat hujan deras_foto Berita Magelang
BNews-MAGELANG- Jembatan penghubung antar desa di lereng Gunung Merapi yang berada di Desa Kamongan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang; ambrol setelah kaki pondasi tergerus aliran air Sungai Gayam. Kondisi ini menyebabkan terputusnya akses vital bagi warga, termasuk jalur evakuasi dari wilayah rawan bencana Merapi.
Kepala Desa Kamongan, Sukino, menjelaskan bahwa ambrolnya jembatan ini terjadi sebanyak tiga kali. Peristiwa terbaru terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Diduga, selain karena debit air yang meningkat, struktur jembatan juga sudah dalam kondisi lapuk.
“Ambrol yang ketiga kali otomatis kendaraan roda empat sudah tidak bisa melintas sehingga akses masyarakat terganggu,” ujar Sukino, dikutip berita magelang Kamis (5/6/2025).
Sebelumnya, jembatan sempat diperbaiki secara swadaya oleh warga, namun pada pertengahan November 2024 kembali ambrol.
Kali ini, kerusakan yang terjadi lebih parah, dengan lubang besar menganga dan hanya menyisakan badan jalan selebar sekitar dua meter.
Jembatan yang memiliki tinggi sekitar 8 meter ini berada di atas Sungai Gayam dan merupakan jalan kabupaten.
Infrastruktur ini menjadi jalur utama warga dari beberapa desa di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Merapi seperti Desa Kemiren, Kaliurang, Kamongan, Nglumut, serta menjadi jalur alternatif penghubung Yogyakarta dan wilayah Kota/Kabupaten Magelang.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga dan perangkat Desa Kamongan telah memasang rambu peringatan dan melaporkan kondisi ini kepada instansi terkait.
“Kita juga sudah mengajukan surat dan berkoordinasi dengan DPUPR. Diberikan janji 2025 mau digarap (dibangun),” ungkap Sukino.
Ia juga menambahkan bahwa jika tidak segera ditangani, kerusakan bisa merembet ke seluruh bagian jembatan, sehingga akses satu-satunya warga bisa terputus total, terutama saat musim hujan.
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, membenarkan bahwa perbaikan jembatan Gayam di ruas jalan Kamongan–Srumbung akan dilaksanakan tahun ini.
“Perlu perbaikan di Srumbung tahun ini 2025,” tegas David.
David menjelaskan bahwa anggaran perbaikan jembatan akan menggunakan dana APBD Kabupaten Magelang sebesar Rp125 juta. Jenis konstruksi yang digunakan adalah pelat beton bertulang dengan spesifikasi bentang panjang 3 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 3,5 meter.
Lebih lanjut, David mengungkapkan bahwa terdapat lima jembatan yang mengalami kerusakan akibat curah hujan tinggi di Kabupaten Magelang. Kelima jembatan tersebut meliputi Jembatan Sabrang Giritengah–Giripurno Borobudur, Jembatan Kali Duren Sudimoro Srumbung, Jembatan Mranggen–Polengan, Jembatan Gayam Kamongan Srumbung, serta pelebaran jembatan Beran Bandongan–Salamkanci.
“Kita prioritas yang paling urgent yang dilakukan perbaikan karena keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Dengan adanya rencana perbaikan ini, warga berharap akses evakuasi dan mobilitas ekonomi dapat kembali normal, terutama bagi wilayah yang berada di zona rawan bencana Gunung Merapi. (*)
About The Author
- Penulis: Borobudur News





Saat ini belum ada komentar