Kampung Iklim Pemkab Magelang Raih Penghargaan dari Kementrian LH

BNews—MUNGKID— Penghargaan Nasional diterima Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta (2/10). Prestasi tersebut diperoleh atas suksesnya Program Kampung Iklim (Proklim) di wilayah Kabupaten Magelang.

Piala penghargaan diterima langsung oleh perwakilan Pemkab Magelang yakni Bupati Magelang Zaenal Arifin. Pemberian tersebut dilakukan di Gedung Manggala Wana Bakti Jakarta langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya dalam acara Festival Iklim Tahun 2019.

Advertisements


Dari ratusan Kota/Kabupaten di Indonesia yang menerima penghargaan tersebut hanya 44 wilayah termasuk Kabupaten Magelang. Tentunya hal tersebut berkat upaya dari Dinas Lingkungan Hidup untuk pengendalian iklim.


Bupati Magelang, Zaenal Arifin atas nama Pemkab Magelang, mengungkap rasa bangganya atas penghargaan tersebut. “Saya berharap, penghargaan ini dapat lebih memotivasi masyarakat ataupun desa dalam upaya pengendalian iklim dengan menjaga lingkungannya. Terutama dalam mencegah pemanasan Global,” ungkapnya.

Sebelumnya Bupati Magelang juga menerima penghargaan sebagai pembina Proklim di daerah selama dua tahun berturut-turut yakni tahun 2018 dan 2019. Sementara di tahun 2019 ini terdapat 6 Desa dan 1 Politeknik di Kabupaten Magelang yang juga menerima sertifikat Proklim dari Kementerian LHK.

“Desa-Desa tersebut antara lain, Desa Muntilan, Desa Banyubiru (Kecamatan Dukun), Desa Jumoyo (Kecamatan Salam), Desa Candirejo (Kecamatan Borobudur), Dusun Taruman, Desa Umbulsari (Kecamatan Windusari), dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Magelang,” tandasnya.

BACA JUGA : Jalur Kereta Api Borobudur akan Nyambung Hingga Parangtritis

Sedangkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya dalam sambutannya mengungkapkan apresiasinya atas semangat kolektif semua pihak dalam melakukan aksi nyata mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. “Terjadinya kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia merupakan salah satu contoh perubahan iklim yang cukup ekstrem. Meskipun kondisinya hingga saat ini sudah jauh menurun dibandingkan beberapa minggu yang lalu,” ungkapnya.

“Kebakaran hutan dan lahan ini bisa berdampak pada habisnya ekosistem flora dan fauna yang ada di dalamnya,” imbunya.

Berbagai bencana hidrometeorologi (bencana yang dipengaruhi oleh cuaca) seperti banjir, tanah longsor, badai dan sebagainya semakin nyata akhir-akhir ini. “Terkait adaptasi perubahan iklim, Indonesia telah menetapkan komitmen untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, sosial, sumber penghidupan, serta ketahanan ekosistem yang tahan terhadap perubahan iklim. Untuk sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan iklim, perlu terintegrasi dengan keseluruhan proses perencanaan pembangunan mulai dari tingkat desa sampai nasional,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: