Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kampung Tenggelam Lautan di Jateng, Hanya Tersisa Satu KK

Kampung Tenggelam Lautan di Jateng, Hanya Tersisa Satu KK

  • calendar_month Sab, 1 Jul 2023

BNews-JATENG– Ada satu kampung di Jawa Tengah yang bukan sembarang kampung.

Jika biasanya kampung identik dengan terpelosok, terpencil, terjauh, kampung di Jawa Tengah ini berbeda.

Penampakannya justru tidak seperti perkampungan warga pada umumnya.

Kampung di Jawa Tengah ini lebih tepat mirip lautan, penuh air dan minim penduduk.

Hanya ada 1 KK saja yang tinggal di kampung tenggelam di Jawa Tengah ini.

Hampir seluruh permukaan kampung dikelilingi oleh air, beberapa rumah bahkan tak tampak karena sudah tenggelam.

Sudahkah tahu dimana letak persis kampung tenggelam di Jawa Tengah ini? Mari kita kulik bersama.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dihimpun dari berbagai sumber inilah kisah di balik kampung tenggelam Jawa Tengah.

Dinamakan kampung tenggelam karena konon dulunya kampung ini merupakan salah satu bagian desa terluas di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Proses abrasi dan pemanasan global disebut-sebut menjadi faktor utama desa di Demak ini menjadi lautan tak berpenghuni.

Terletak di Dusun Rejosari Senik, Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah, kampung yang dulunya dihuni lebih dari 300 KK ini mendadak sepi tak berpenghuni.

Sejak tahun 2001 kampung ini sudah mulai ditinggali oleh warganya, banjir rob yang sering menggulung daerah ini membuat penduduknya terpaksa angkat kaki dari tanah kelahiran mereka.

Empat tahun berikutnya laut yang jaraknya puluhan meter mendadak sudah menggenangi pekarangan rumah warga hingga menelan atap-atap rumah warga.

Sebelum abrasi terjadi, dulunya kampung ini terkenal dengan daerah yang subur, banyak sawah yang mengelilingi rumah-rumah warga.

Dari ratusan warga kampung tenggelam hanya keluarga Pasijah yang diketahui memilih bertahan.

Kendala ekonomi yang menjadi alasan keluarga Pasijah memilih bertahan di kampung tenggelam meski kadang tidur dalam kondisi basah kuyup.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, suami Mak Jah berprofesi sebagai nelayan sementara dirinya menanam mangrove di sekitar rumah miliknya.

Menjadi satu-satunya keluarga yang tinggal di tengah-tengah lautan, membuat keluarga Mak Jah terkadang dibuat ekstra sabar saat air laut tiba-tiba pasang.

Untuk mengantisipasinya ia dan keluarganya sudah tiga kali meninggikan rumahnya agar dapat tidur tanpa basah kuyup. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 5

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less