Kasus Pembunuhan di Kebun Tebu Mertoyudan Direkonstruksi, Begini Kengeriannya

BNews—MERTOYUDAN— Kasus pembunuhan seorang wanita yang ditemukan membusuk di kebun tebu wilayah Pasuruhan Mertoyudan direkonstruksi oleh pihak kepolisian.

Tersangka diminta mempraktekkan setiap kejadian sampai korban dieksekusi mati. Dua tersangka dihadirkan dalam rekonstruksi yang dilaksanakan mulai di rumah pelaku hingga di kebun tebu. 

“Dari adegan (rekonstruksi) itu, ada keterangan tersangka dan dipraktekkan juga oleh tersangka, bahwa sebelum dibunuh, mereka berdua (tersangka dan korban) sempat melakukan hubungan suami istri,” kata Kasat Reskrim Polres Magelang, AKP Hadi Handoko, usai rekonstruksi, kemarin (8/10/2020).

Selain itu, lanjut Hadi, tersangka juga memperagakan seluruh adegan baik sebelum, saat, maupun setelah pembunuhan korban terjadi. “Kurang lebih ada sebanyak 30 adegan. Di mana adegan tersebut akan kami sinkronkan dengan keterangan pelaku dan hasil otopsi supaya ada kesamaan persepsi antara penyidik dan kejaksaan,” ujar Hadi.

Menurutnya, adegan dalam rekonstruksi sesuai dengan hasil otopsi dan keterangan tersangka. Di antaranya, tersangka melakukan pembunuhan di kamar miliknya. “Setelah korban terbunuh, tersangka mengikat korban dan langsung diseret ke kebun tebu di belakang rumah tersangka,” tuturnya.

Sebelum aksi pembunuhan itu, mereka berdua sempat melakukan hubungan suami istri.

Loading...

Hadi mengatakan, rekonstruksi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meyakinkan penyidik dan jaksa bahwa fakta-fakta dari perbutan tersangka ada. “Karena di sini, dalam melakukan perbuatannya hanya tersangka dan korban yang tahu. Tidak ada saksi yang melihat,” katanya.

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka, Satria Budhi mengatakan, pelaksanaan rekonstruksi sudah sesuai aturan hukum acara yang berlaku. “Menurut pendapat kami, ada sudut pengakuan, pengakuan itu juga sebagai alat bukti untuk melaksanakan upaya di pengadilan. Jadi pengakuan, termasuk rekonstruksi ini juga, sebagai alat bukti pada saat ada di persidangan,” ucap Satria.

Seperti yang diketahui, Polres Magelang mengungkap kasus pembunuhan yang bermula dari penemuan mayat membusuk di kebun tebu Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Senin, 14 September 2020. 

Korban diketahui bernama TU, 29 tahun, warga Kecamatan Srumbung. Sementara pelaku pembunuhan adalah teman dekat korban, yakni FL, 23 tahun, warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Mertoyudan. (her/wan)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: