Kemarau Masih Panjang Anggaran Dropping Ludes

BNEws– MAGELANG– Kemarau musim ini lebih panjang dari perkiraan. Hal ini mengakibatkan anggaran droping air bersih juga habis padahal musim penghujan diprediksi masih lama.
        Kepala BPBD Sujadi mengatakan alokasi dana droping air dalam satu tahun Rp 35 juta. Uang itu sudah habis sejak bulan lalu.
        “Anggaran sudah habis. Sehingga untuk sementara kita hanya mengandalkan bantuan dari perusahaan,” kata dia, kemarinm
      “Meskipun  demikian, droping air bersih masih tetap berlangsung setiap hari. Kami menggunakan CSR yang diberikan perusahaan ataupun badan dan lembaga lainnya. Salah satunya yang rutin dari Bakorwil dan PDAM,” jelas Sujadi.
        Dia menyebutkan, bantuan CSR tersebut diperkirakan masih akan mencukupi hingga bulan November mendatang.
“Perkiraan kami, bantuan droping masih ada sedikitnya 100 tangki dari perusahaan-perusahaan, sedangkan dari bakorwil masih 200an tangki,” terangnya.
        Jika sampai Bulan November hujan tak datang, dipastikan pihaknya haruis mencari sumber dana lain. “Kemungkinan masih bisa mengajukan bantuan dari alokasi dana tak terduga (DTT). Akan tetapi, dana tersebut baru bisa diajukan jika sudah tidak ada lagi alternatif bantuan yang bisa digunakan,” jelas dia.
         Menuurt Sujadi, selama ini, pihaknya harus memenuhi air bersih di 18 dusun di 8 desa di 3 Kecamatan. Yakni di Kecamatan Borobudur, Kecamatan Salaman, dan Kecamatan Kajoran. Setiap harinya, mengirim rata-rata 6 tangki atau 30 ribu liter air bersih. Armada yang digunakan berasal dari BPBD, PDAM, bakorwil. (ie)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: