Kembangkan Usaha Ekonomi Kreatif “Makrame Magelang”, Bantu Keuangan Keluarga

BNews–MAGELANG– Dimasa pandemi seperti ini banyak masyarakat yang terkeda dalam segi perekomiannya. Jika tidak kreatif untuk berusaha, maka peluang tambah sulit akan melanda.

Seperti yang dilakukan seorang gadis berusia 21 tahun di lereng Merapi Magelang satu ini. Dirinya berupaya kreatif untuk membantu perekonomian keluargnya.

Ia adalag Fera Nirmala, 21, warga Dusun Tegalsari Desa Dukun Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang. Sejak November 2020 lalu, dirinya fokus dalam sebuah usaha ekonomi kreatif di rumahnya.

Fera fokus dalam pembuatan sebuah kerajinan tali yang menghasilkan sebuah hiasana dinding maupun barang lain. Ia menggeluti sebuah seni yang bernama “Makrame” dan menghasilkan sebuah karya yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

Sebelumnya, perlu diketahui Makrame adalah kesenian membuat anyaman simpul berbahan kain atau tali. Karena sifatnya yang dekoratif, makrame dapat digunakan sebagai pajangan rumah atau, dalam ukuran yang lebih kecil, sebagai aksesori busana.

“Dulu awalnya cuman iseng dan tertaring melihat hasil-hasil makrame di Internet, lalu mencoba membuat dan menjualnya. Eh ternyata laku,” ungkap Fera saat ditemui di rumahnya oleh Borobudurnews.com (12/7/2021).

Fera mulai menggeluti usaha tersebut setelah beberapa bulan hanya di rumah saja. “Sebelumnya sempat kerja jadi pramuniaga; namun karena pandemi ada pengurangan karyawan sehingga haru nganggur di rumah. Sehingga saja berusaha mencari kerjaan lain,” ungkapnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Anak pertama dari empat bersaudara tersebut mengaku bisa membuat makrame secara otodidak saja. Ia melihat cara-cara di internet terus dipraktekan.

“Ya awalnya meniru yang sudah ada, lama-lama ya paham. Tinggal menyusun pola sekreatif dan semenarik mungkin,” akunya.

Selama ini Fera membuat beberapa hiasan dinding jenis ambalan, walhanging, hiasan tempat kaca, sarung pot, tempat make up, pot bunga hias dan lainnya. “Harganya terjangkau kok, tergantung bahan dan pola yang diinginkan. Harga bekisaran Rp 20 ribu- Rp 300 ribu,” terangnya.

Bahan membuat makrame sendiri jenis tali katun. Ada yang warna putih maupun berwarna.

“Lebih murah yang tali warna putih, kalau yang warna sedikit mahal. Tetapi paling selisihnya tidak banyak. Dan proses pengerjaan jua cepat tergantung pola, 1 sampai 3 hari bisa jadi. Pola desain juga bisa request, harga nego juga bisa,” tegas gadis alumni SMK  Muhammadiyah 2 Muntilan tersebut.

Untuk pola pemasaran, Fera mengaku mengandalkan teknologi kekinian. “Ya jualan online, lewat media sosial atapun akun toko online seperti shopee. Hasilnya lumayan yang pesan, meskipun baru sekitaran Jogja-Jateng saja,” paparnya.

Jadi pembaca bisa kepoin akun instagramnya yang bernama @fenrustik . Atau akun shopeenya di bernama Feranirmalaa.

Fera juga mengaku semenjak pandemi semakin parah, permintaanya menurun dan tidak berani stock banyak-banyak. “Ya saya tetap stock beberapa model untuk jaga-jaga pembeli. Dan jika ada tambahan modal mau coba bikin banyak dan dititipkan ke toko oleh-oleh, sapa tau ada peluang,” harapnya.

Gadis dari pasangan ayah Ngadimin dan Ibu Wahniyati ini layak di apresiasi di masa pandemi jiwa kreatifitas untuk membantu perekonomian keluarga cukup tinggi.

“Semoga pandemi lekas berakhir dan perekonomianbisa pulih kembali,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: