Kemendikbud Siapkan Kurikulum Khusus Pandemi Covid-19

BNews— NASIONAL—  Pandemi covid-19 yang berlangsung hingga empat bulan ini menyebabkan banyak perubahan diberbagai sektor kehidupan. Salah satu yang masih terdampak adalah sektor pendidikan.

Hingga hari ini, proses pembelajaran bagi siswa belum bisa dilaksanakan secara tatap muka. Para siswa kini bersekolah  dari rumah secara daring untuk mengantisipasi penularan virus corona.

Kondisi tersebut membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengambil sikap. Pihaknya termotivasi menyiapkan kurikulum khusus.

”Kemendikbud saat ini sedang merancang kurikulum untuk kondisi khusus termasuk saat pandemi covid-19, bencana alam dan lain-lain,” terang Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Rabu (28/7).

Kurikulum itu nantinya akan menekankan tiga prioritas fondasional; yaitu literasi, numerasi, dan pendidikan karakter. Jadi guru akan dibekali kurikulum yang menjadikan siswa merasa nyaman saat mengikuti pembelajaran di masa pandemi.

”Sehingga psikologi siswa, guru maupun orangtua bisa lebih baik,” katanya.

Wikan mengatakan, kurikulum khusus (darurat) sangat penting untuk diterapkan. Sebab, jika semua kompetensi tetap dimasukkan ke dalam kurikulum maka akan sulit melakukan pembelajaran yang efektif.

Loading...

Saat ini pembahasan terkait kurikulum khusus masih terus dilakukan dalam tahap penyelesaian. Termasuk melakukan penyederhanaan kurikulum yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud.

“Kurikulum kondisi khusus ini diharapkan bisa segera diselesaikan secepatnya,” jelas dia.

Ia mengungkapkan, dimasa pandemi covid-19 seperti yang terjadi sekarang, kurikulum harus disesuaikan. Mengingat dalam masa pandemi tidak mungkin siswa ditarget sesuai dengan kondisi normal.

”Kalau kondisi normal bisa ditarget, tapi di masa pandemi covid-19 saya kira agak sulit,”  ungapnya.

Sebagai tambahan, berdasarkan data pemantauan internal Kemendikbud (per 27 Juli 2020), sebanyak 79 kabupaten/ kota masih belum melaksanakan pembelajaran sesuai dengan panduan dalam keputusan bersama empat menteri. Sebanyak 18 kabupaten/ kota berada di zona hijau, 39 kabupaten/ kota berada di zona kuning, 20 kabupaten/ kota berada di zona oranye dan dua kabupaten/ kota berada di zona merah. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: