Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kenapa Haters di Media Sosial Suka Menyebar Kebencian? Apakah Gangguan Mental?

Kenapa Haters di Media Sosial Suka Menyebar Kebencian? Apakah Gangguan Mental?

  • calendar_month Sel, 17 Okt 2023

BNews-TIPS- Beberapa waktu belakangan ini, berita mengenai pencopotan beberapa anggota TNI karena ulah istri mereka yang menyebar kebencian melalui unggahan di media sosial menjadi perbincangan hangat di linimasa. Kejadian ini seharusnya menjadi pengingat bagi masyarakat agar bijak dalam bermain media sosial, terutama dalam mengunggah status atau postingan.

Sebenarnya, tidak sedikit orang yang suka menyebar kebencian atau sering disebut haters yang berkeliaran di media sosial.

Namun, pernahkah Anda berpikir mengapa ada orang yang dengan mudah melontarkan ujaran kebencian; menyerang orang yang tidak disukainya dengan kejam, bahkan mengintimidasi dan mem-bully seseorang secara parah?

Tahukah Anda, kesenangan dalam menyebar kebencian di media sosial sebenarnya bisa menjadi tanda adanya gangguan mental? Mari kita simak penjelasannya di sini.

Adanya berbagai macam platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram pada dasarnya; merupakan hal yang positif sebagai wadah untuk menjalin hubungan dan menyampaikan aspirasi.

Namun, seiring berjalannya waktu, media sosial semakin banyak memberikan dampak negatif dengan munculnya haters. Mereka seringkali menyebarkan pikiran penuh amarah dan kebencian dengan cepat kepada banyak orang.

Yang lebih mengkhawatirkan, ujaran kemarahan ini bisa dilihat oleh masyarakat luas ketika dipublikasikan di media sosial.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Perilaku mencibir, melecehkan, menghujat, dan bertindak agresif di dunia maya seolah memberikan kepuasan luar biasa bagi para haters. Terlebih jika korban serangan merasa menderita. Perilaku agresif di media sosial ini juga bisa disebut sebagai cyber bullying.

Menurut para ahli, haters yang sering melakukan cyber bullying kemungkinan besar mengalami gangguan mental. Mereka tidak dapat mengendalikan emosi amarah dengan baik, sehingga melontarkan kata-kata agresif di dunia maya.

Sama seperti perilaku agresif pada umumnya, ada dua jenis agresi, yaitu agresi instrumental dan agresi karena kemarahan.

Agresi instrumental adalah perilaku agresif yang dilakukan sebagai alat untuk mencapai tujuan tertentu; seperti mendukung kepentingan politik atau agama. Sedangkan, agresi karena kemarahan dilakukan karena adanya kemarahan terhadap seseorang atau situasi tertentu yang kemudian diekspresikan di dunia maya.

Tidak hanya itu, mereka yang memiliki “hobi” menghujat, menindas, atau melecehkan orang melalui media sosial mungkin; juga memiliki trauma tersendiri. Pelaku mungkin pernah menjadi korban penindasan sebelumnya dan selama ini menahan amarah tersebut.

Oleh karena itu, mereka melakukan cyber bullying sebagai bentuk pelampiasan. Ada kemungkinan penyebab lain; yaitu pelaku mungkin pernah mendapatkan manfaat dari tindakan bullying yang mereka lakukan, sehingga terdorong untuk mengulangi perilaku tersebut demi mendapatkan manfaat yang sama.

Tidak hanya itu, kesenangan dalam menyebar kebencian di media sosial sebenarnya bisa menunjukkan kelemahan orang tersebut; yaitu kurang mendapatkan kasih sayang baik dari keluarga maupun orang lain.

Orang yang kurang mendapatkan kasih sayang cenderung lebih mudah mengeluarkan kata-kata kasar yang penuh dengan kebencian. Ketika berinteraksi secara langsung pun, mereka akan cenderung bersikap intimidatif terhadap orang lain.

Secara psikologis, hal ini terjadi karena di dalam pikiran mereka terdapat pola pikir bahwa sulit menjalin hubungan dengan orang lain, sehingga memilih untuk menjauh dari orang lain dengan cara menyebar kebencian.

Itulah penjelasan mengenai gangguan mental yang mungkin dialami oleh haters atau penebar kebencian di media sosial. Jika Anda mengalami masalah dalam mengendalikan emosi, sebaiknya bicarakan dengan psikolog terdekat. (*/halodoc)

About The Author

  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less