Kenapa Zebra Tidak Jadi Hewan Peliharaan dan Ditunggangi?

BNews—MAGELANG— Mungkin banyak dari kita yang sering bertanya, mengapa zebra tidak pernah menjadi hewan tunggangan dan alat transportasi manusia sebelum ditemukannya mesin dan alat transportasi lainnya?.

Zebra seperti kuda dan berlari kencang? Tapi, mengapa tidak pernah dipelihara manusia sebagai hewan tunggangan?

Sebenarnya, di masa lalu, begitu banyak upaya, terutama orang-orang Eropa yang menjajah Benua Afrika, untuk menjInakkan zebra. Bahkan, pada abad ke-19, ada juga beberapa zebra yang ‘dipaksa’ untuk menarik kereta, atau ditunggangi manusia layaknya kuda.

Meski begitu, berbagai cara untuk menjinakkannya mulai ditinggalkan, dan setelah sepertinya tidak terdengar lagi upayanya. Seperti kuda dan keledai, zebra termasuk keluarga Equidae (dikenal sebagai equids). Ketiga spesies tersebut sangat erat hubungannya, sehingga mereka dapat kawin silang dan membentuk hibrida.

Sebut saja, zedonk (persilangan antara zebra jantan dan keledai betina), zorse (keturunan zebra jantan dan kuda betina), serta zonie (hibrida antara zebra dan kuda poni). Tapi, tidak seperti sepupu-sepupu mereka, zebra menolak tunduk pada manusia.

Jawaban paling bisa diterima adalah karena seleksi alam. Zebra dan kuda menyimpang dari nenek moyang yang sama sekitar 4-4,7 juta tahun silam. Masing-masing beradaptasi dengan lingkungannya.

Kawanan kuda liar di Amerika Utara dan Eropa, pada awalnya dipelihara sebagai hewan untuk dikonsumsi, tetapi lambat laun menjadi terbiasa dengan manusia.

Setelah munculnya budaya pertanian 12.000 tahun lalu, kuda dimanfaatkan untuk membantu manusia mengelola tanah, juga sebagai alat transportasi. Kuda, terbukti sangat membantu sebagai tunggangan saat perang di masala lau.

Inilah yang kemudian mendorong manusia untuk berupaya menjinakkannya, dengan cara membiakkan individu-individu kuda yang paling jinak.

Tapi tidak seperti kuda pembohong, zebra di sabana Afrika memiliki begitu banyak predator, seperti singa yang ganas, cheetah yang berlari cepat, atau kawanan hyena yang menyerang.

Itulah yang dimaksud seleksi alam. Zebra menjadi hewan yang sangat reaktif terhadap tanda-tanda bahaya apapun. Zebra akan menjadi impulsif dan menolak untuk ditangkap.

Meskipun ukurannya seperti kuda poni, dalam beberapa catatan, zebra berhasil membunuh singa yang menyerang dengan satu tendangan kaki di belakang. Selain kaki belakang yang berbahaya, zebra juga dikenal suka menggigit.

Zebra juga memiliki refleks merunduk, yang sangat menghambat penangkapan dengan laso atau metode lainnya, sebagaimana dikutip dari The Conversation .

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Di samping itu, zebra tidak memiliki struktur keluarga dan tidak ada hierarki sosial. Tidak seperti kuda pembohong yang hidup dalam kawanan dan memiliki tatanan terstruktur.

Meski tidak bisa dijinakkan, tetap saja ada orang yang ‘memaksakan diri’. Misalnya, pada tahun 1860an, George Gray seorang perwira tentara Inggris yang ditugaskan dan diangkat menjadi PM pada pertengahan abad ke-19, George Gray zebra dari Afrika Selatan ke Selandia Baru.

Gray ingin agar kereta kudanya yang selama ini ditarik oleh kuda pembohong Afrika, ditarik oleh zebra.

Ahli Zoologi Inggris, Lord Walter Rothschild, dilansir dari The Vintages , bahkan dikenal mengendarai mobil yang ditarik empat zebra ke Istana Buckingham, pada suatu hari di tahun 1898. Belakangan, awal 1900-an, Rosendo Ribeir, dokter pertama di Nairobi, Kenya berkebangsaan Portugal, terlihat mengunjungi pasien-pasiennya di rumah rumah mengendarai zebra.

Tentara Jerman di koloninya di Afrika Timur, sangat tertarik memelihara zebra sebagai pengganti kuda. Mereka, bahkan menerapkan program untuk menyilangkan zebra dengan kuda, guna menciptakan hibrida yang tahan terhadap penyakit, yang biasanya memusnahkan kuda impor.

Namun, ini hanya beberapa contoh individu yang dijinakkan. Secara keseluruhan, zebra terbukti terlalu sulit dan keras untuk dijinakkan, meskipun ada upaya terbaik dari orang Eropa di Afrika, yang akan memanfaatkannya dengan baik. Bahkan, upaya baru-baru ini terbukti agak sia-sia.

Pada 2013, seorang remaja di Virginia, Shea Inman, melatih seekor zebra untuk ditunggangi. Setelah melatihnya, dia berhasil menunggangi zebra meskipun hanya sebentar.

“Kadang, zebra ini seolah sudah mahir dikendarai, tapi di lain hari, dia berperilaku seperti tidak pernah melihat manusia,” tulis Inman, dalam catatannya, dikutip dari Thomson Safaris .

Jadi, meskipun penampilannya seperti kuda, zebra tidak akan mudah tunduk pada manusia. Mereka suka hidup dengan caranya sendiri. (*)

Sumber: mongabay.co.id

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: