Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » KEREN !!! Parade 1000 Wanita Berkebaya di Candi Borobudur, Pecahkan Rekor Dunia

KEREN !!! Parade 1000 Wanita Berkebaya di Candi Borobudur, Pecahkan Rekor Dunia

  • calendar_month Jum, 26 Jul 2024

BNews-MAGELANG- Sedikitnya 1000 wanita berkebaya Yogyakarta dan Magelang, memperingati Hari Kebaya Nasional I yang digelar di Kawasan Concourse Candi Borobudur Magelang, Rabu 24 Juli 2024 petang.

Perhelatan akbar yang diprakarsai Prof. Wiendu Nuryanti Ph.D., Ketua Yayasan Hari Ibu- KOWANI dengan didukung; PT TWC- IN-JOURNEY Destination Management, Museum & Cagar Budaya Unit Warisan Dunia Borobudur; dan bekerjasama dengan berbagai Komunitas dan Organisasi Perempuan berjalan meriah namun khidmad.

Acara berlangsung sukses berkat kerjasama dengan, Aisyiyah DIY, Bhayangkari, BKOW, D’Saroeng, Dharma Wanita Persatuan DIY, Forkom PPBN, FPPI DIY, GWS, IKKP SMA Taruna Nusantara, l IWAPI DIY, IPEMI, ISWI, KADIN, 14. Kebaya Foundations.

Kemudian Lions Club Youthcamps & Exchange, Masyarakat Perkawinan Campuran Yogyakarta, Perempuan Berkebaya; PIII, PPM Gan Indonesia, Pecinta Sanggul Nusantara, Perwama Ina, PWKI, PIA Ardhya Garini, Sanggar Budaya Ambar Rukma; Srikandi Community, Stuppa Indonesia, Wanita Katholik RI Cab Kab Magelang.

WIPI, Yayasan Batik Indonesia, YHI-KOWANI, Yogyakarta Charity Community, Yogyakarta Penggembira – JWC,;Komunitas Yoga Happiness Prambana, Wredha Palupi (Kotagede), Padma Bamboo Orchestra (PWK UGM), Angklung Madhu Svara KJNI Yogyakarta; Karawitan Sekar Mudo Laras, Sekolah seneng seneng Borobudur, Anak-anak dan Pemudi-pemudi Borobudur.

Prof. Wiendu Nuryanti Ph.D., mengatakan, bahwa pemerintah menetapkan tanggal 24 Juli sebagai Peringatan Hari Kebaya Nasional; melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023.

Kebaya merupakan Identitas Nasional Perekat Bangsa yang bersifat lintas etnis dan telah berkembang menjadi aset budaya yang sangat berharga, sehingga perlu dijaga dan dilestarikan keberadaannya.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA (KLIK DISINI)

Menurut Bu Wiendu, sapaan. akrab Prof. Wiendu Nuryanti Ph.D., keberadaan kebaya kini sedang diupayakan mendapatkan pengakuan Warisan Dunia Tak Benda Indonesia dari UNESCO, agar tetap lestari dan terus berkembang.

Kegiatan Borobudur Bangga Berkebaya, lanjut dia, merupakan salah satu partisipasi pada kegiatan “Kebaya Goes to UNESCO” ini sebagai salah satu langkah partisipasi dalam memperoleh pengakuan kebaya sebagai warisan budaya tak benda, dan sebagai bukti bahwa kebaya memperoleh dukungan luas dan terus berkembang mewarnai khazanah busana dunia.

Penetapan Hari Kebaya Nasional 24 Juli tentu disambut positif oleh khalayak, termasuk pula organisasi perempuan terbesar di Indonesia yaitu Kongres Wanita Indonesia (KOWANI).

Peringatan HKN Ke-1 Tahun 2024 oleh KOWANI – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI – Komunitas Kebaya Indonesia, dimeriahkan dengan acara Kebaya di Istora Senayan dengan tema “Lestarikan Budaya dengan Bangga Berkebaya” yang direncanakan dihadiri oleh 7000 orang berkebaya.

Acara HKN juga diperingati di Yogyakarta dan sekitarnya, salah satunya dengan dimeriahkan “Parade 1000 Wanita Berkebaya“ di Kawasan Concourse Candi Borobudur pada hari Rabu 24 Juli 2024, pukul 15.30-17.00 WIB.

Selain Parade 1000 Wanita Berkebaya, pada kegiatan ini diadakan juga BERBAGI KEBAYA untuk 500 Pedagang Perempuan Borobudur serta Pelepasan Burung Merpati Putih sebagai simbol kepedulian perempuan pada kelestarian lingkungan .

Kebaya yang anggun simbol keanggunan yang secara filosofi dimaksudkan, agar perempuan bersikap anggun, elegan, lembut, sabar, dan bijak. Namun stereotipe sabar dan lembut, sering disalah artikan bahwa sebagai berkecenderungan melanggengkan patriarki haruslah ditinggalkan.

Perempuan Indonesia masa kini dengan Kebaya yang dibanggakan harus memiliki pemikiran yang luwes, terbuka dan tidak terkekang. Perempuan Indonesia harus berani bersikap, berani berpendapat, serta berani membuat keputusan.

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan permainan angklung yang dimainkan oleh-oleh 2 wanita berkebaya. Bahkan ketika melantunkan tembang Perahu Layar hampir semua peserta joget bareng dengan ditutup pelepasan puluhan burung merpati. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less