Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » KEREN !!! Warga Potrosaran Magelang Gelar Pertunjukan Rayakan HPN 2022

KEREN !!! Warga Potrosaran Magelang Gelar Pertunjukan Rayakan HPN 2022

  • calendar_month Jum, 11 Feb 2022

BNews–MAGELANG– Warga di i Kampung Potrosaran RT 03/ RW 01 Kampung Potrosaran, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang menggelar sebuah acara. Acara tersebut dalam rangka perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2022, (10/2/2022).

Dalam perayaan tersebut, para warga memasukkan unsur budaya jawa. Hal itu juga sebagai bentuk warga memberikan apresiasi terhadap para insan pers yang bertugas di wilayahnya.

Dan perlu diketahui,  kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak sembilan tahun lalu. Tidak berhenti meski pandemi.

Pimpinan Padepokan Seni Gunung Tidar Es Wibowo menuturkan, kegiatan tersebut sebagai bentuk apresiasinya kepada para jurnalis. “Kami selalu memperingati HPN dengan mengundang seluruh wartawan untuk menghadiri peringatan yang dilakukan secara sederhana,” katanya di sela-sela kegiatan, Kamis (10/2).

Kegiatan tersebut bertajuk ‘Kalawarti Pertiwi’ atau berita-berita yang disajikan oleh para jurnalis di Kota Magelang diharapkan bisa mengharumkan bumi pertiwi Indonesia. Perayaan yang dilaksanakan dengan kirab budaya ini digelar secara sederhana. Kental akan unsur seni dan budaya.

Kirab budaya menyusuri Kali Kota menjadi prosesi wajib yang harus ada pada peringatan HPN. Mengarak pena wartawan yang dianggap sebagai syarat utama pelaksanaan kirab. Itulah yang disebut tradisi oleh warga Kampung Potrosaran.

Es Wibowo menyebutkan, pena wartawan tersebut akan dikeluarkan setiap tahun sekali saat kirab budaya. “Ini saya temukan ketika melakukkan suatu perjalanan rohani dari masjid agung ke masjid agung lain di berbagai kota di Jawa Tengah. Dari makam-makam Wali sampai ke Imogiri,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Namun, selang beberapa tahun, Es Wibowo menceritakan, ada seseorang yang memberikan pena tersebut kepadanya. Sehingga ia selalu membawa pena tersebut ketika kirab budaya dan baru dikeluarkan setelah delapan tahun.

Es Wibowo mengatakan, warga Potrosaran sangat antusias menyambut HPN. Awalnya, mereka hanya melihat dirinya sebagai pelaku seni yang setiap saat melakukan suatu perjalanan spiritual. Membaca puisi sendiri yang hanya ditonton tiga hingga empat anak saja. Namun, lambat laun, dirinya memperkenalkan kepada warganya bahwa wartawan bertugas menyiarkan peristiwa-peristiwa yang ada di tengah masyarakat dengan berita yang indah, objektif, independen, tapi selalu kritis.

Dia menambahkan, kirab digelar oleh masyarakat Kampung Potrosaran dengan penuh cinta dan kasih. Tidak mencari keuntungan dan dilakukan secara swadaya. Menurutnya, seorang wartawan merupakan profesi yang mulia. Untuk itu, sebagai garis takdir profesi, wartawan harus setia mewartakan kabar yang faktual.

“Itu alasan utama warga Potrosaran menyelenggarakan HPN di Kota Magelang. Ini menjadi akar rumput yang diinjak atau tidak disirami pun, akan tetep tumbuh,” tandasnya.

Perayaan tersebut diawali dengan arak-arakan di sekitar kampung dan menuju bantaran Fly River atau Tanggul Kali Kota yang merupakan bangunan irigasi peninggalan Pemerintahan Hindia-Belanda. Para peserta arak-arakan kemudian berhenti di Panggung Benggung. Kemudian, menjalani serangkaian ritual dan kembali ke Padepokan Seni Gunung Tidar dengan beberapa pentas anak-anak. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 2

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less