Kerja Sama Jateng–Jepang Naik Level, Pekerja Disiapkan Jadi Manajer
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026

BNews-NASIONAL– Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jepang terus diperkuat. Kolaborasi tersebut kini tidak hanya terbatas pada penempatan tenaga kerja; tetapi meningkat ke level penyiapan pekerja asal Jawa Tengah untuk menduduki posisi manajer di perusahaan-perusahaan Jepang.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen; usai menerima kunjungan kehormatan Gubernur Prefektur Kagawa, Jepang, Ikeda Toyohito; di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Jumat malam, 23 Januari 2026.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama; di sektor ketenagakerjaan, pendidikan vokasi, serta promosi peningkatan investasi Jepang di Jawa Tengah.
“Pemerintah Prefektur Kagawa menyampaikan ketertarikannya terhadap Sumber Daya Manusia (SDM) Jawa Tengah. Bahkan, mereka berharap pekerja dari Jateng tidak hanya bekerja dalam jangka waktu tertentu; tetapi juga dipersiapkan dan dilatih untuk menjadi head manager di perusahaan-perusahaan Jepang,” kata Taj Yasin.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi indikator bahwa kualitas serta etos kerja tenaga kerja asal Jawa Tengah semakin diakui di tingkat internasional.
Apalagi, lanjut sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, Jawa Tengah memiliki modal kuat untuk mendukung kebutuhan industri Jepang. Setiap tahun, provinsi ini meluluskan sekitar 245 ribu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai bidang keahlian strategis, mulai dari manufaktur, otomotif, konstruksi, pertanian modern, pariwisata, hingga pelayanan keperawatan lansia.
“Kami terus melakukan standarisasi kompetensi, sertifikasi, dan penyelarasan kurikulum pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri global,” ujarnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Jumlah pekerja migran asal Jawa Tengah di Jepang juga terus mengalami peningkatan. Pada 2024 tercatat sebanyak 3.760 orang, sementara pada 2025 meningkat menjadi 5.712 orang atau naik sekitar 52 persen.
Selain penempatan tenaga kerja, Taj Yasin juga mendorong agar industri-industri Jepang semakin banyak berinvestasi di Jawa Tengah. Menurutnya, tidak semua masyarakat Jawa Tengah harus bekerja ke luar negeri, sehingga menghadirkan industri Jepang di dalam negeri menjadi strategi penting untuk membuka lapangan kerja lokal.
“Kami berharap industri-industri Jepang bisa semakin banyak masuk ke Jawa Tengah. Kami siap memberikan dukungan penuh berupa kemudahan investasi,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah proyek strategis di bidang energi, industri manufaktur, kawasan pertanian terintegrasi, kawasan perikanan terpadu, serta pariwisata berkelanjutan.
Selain itu, Pemprov Jateng juga menerapkan sistem perizinan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko dengan proses yang semakin sederhana. Berbagai insentif fiskal turut disiapkan, seperti tax holiday, tax allowance, hingga pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku industri manufaktur.
Sejauh ini, Jepang tercatat sebagai salah satu investor utama di Jawa Tengah dengan total investasi mencapai Rp24,216 triliun sepanjang 2021–2025, menempatkannya di posisi ketiga investor terbesar. Investasi tersebut tersebar di sejumlah daerah strategis, seperti Jepara, Batang, Kota Semarang, Pemalang, dan Kendal, dengan dominasi sektor listrik, gas, dan air, tekstil, kendaraan bermotor, mesin, serta elektronik.
Sementara itu, Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, menyampaikan apresiasi atas kontribusi tenaga kerja Indonesia, khususnya dari Jawa Tengah, yang saat ini berjumlah sekitar 4.000 orang dan bekerja di berbagai sektor industri di wilayah Kagawa.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
“Mereka bekerja dengan baik dan telah menjadi bagian penting dalam mendukung perekonomian daerah kami,” kata Ikeda.
Ia menjamin tenaga kerja Indonesia dapat hidup dengan aman dan nyaman selama bekerja di Jepang. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah pendidikan bahasa Jepang sebelum keberangkatan.
“Sebagai pemerintah daerah, kami ingin memastikan tenaga kerja Indonesia dapat beradaptasi dengan baik. Karena itu, kami berusaha memberikan dukungan pendidikan bahasa Jepang sejak sebelum mereka berangkat,” ujarnya.
Ikeda juga berharap jumlah tenaga kerja asal Jawa Tengah di Prefektur Kagawa dapat terus meningkat seiring dengan semakin baiknya kualitas pendidikan dan pelatihan di Jawa Tengah.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Syamsudin Isnaeni, menyambut baik terbukanya peluang kerja sama tersebut, khususnya dalam mendukung penyerapan tenaga kerja melalui jalur pendidikan.
Ia menegaskan, penguasaan bahasa Jepang menjadi salah satu kunci utama bagi lulusan SMA dan SMK yang ingin bekerja di Jepang.
“Kami akan mulai menyiapkan pelatihan bahasa Jepang, khususnya di SMK, untuk anak-anak yang memang memiliki cita-cita atau keinginan bekerja di Jepang,” katanya.
Syamsudin menjelaskan, program pelatihan bahasa Jepang akan dilaksanakan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat seiring adanya program Go Global yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa di tingkat SMK.
“Program ini juga akan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Namun sebelum pelatihan, kami lakukan proses identifikasi. Anak harus benar-benar punya keinginan ke Jepang, dan orang tua juga harus mendukung,” pungkasnya.(*)
About The Author
- Penulis: BNews 2


Saat ini belum ada komentar