Kesaksian di Sekitar Pabrik Mangkrak Mertoyudan : Diganggu Genderuwo dan Wewe Gombel

BNews—MERTOYUDAN—Sebuah bangunan tua di Dusun Sorogaten, Desa Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan oleh penduduk setempat dikenal sangat angker. Sudah banyak peristiwa mistis yang dialami warga. Mulai dari penampakan ular raksasa, genderuwo hingga wewe gombel.

Aura mistis sudah terasa saat berada di depan bangunan berusia lebih dari 30 tahun itu. Bangunan di atas lahan seluas dua hektar itu diitari tembok pembatas setinggi dua meter. Dengan pintu gerbang besi berkarat sepanjang sembilan meter.

Pintu masuk utama setinggi dua meter itu tertutup rapat. Digembok dan dililit kawat berduri. Tidak ada yang bisa masuk kecuali memanfaatkan celah sempit dari gerbang tersebut. Diintip dari luar, nampak bangunan berwarna putih tidak terawat. Banyak rumput gajah dan tanaman semak belukar yang nyaris menutupinya.

Data yang berhasil dihimpun Borobudur News, Bangunan tersebut sejatinya akan dijadikan pabrik pengolahan air mineral. Namun terhenti di tengah jalan. Seandainya terealisasi, pabrik itu mampu membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar .

”Pabrik itu dulu dikerjakan lebih dari seratus orang dalam kurun waktu enam bulan. Tapi belum selesai pembangunan terpaksa terhenti,” ujar warga Pringtali, Jogonegoro, Mertoyudan, Trimah.

Perempuan 53 tahun itu menceritakan, pembangunan pabrik dimulai saat dirinya berusia sepuluh tahun. Trimah menjelaskan, terhentinya pembangunan pabrik lantaran ada penolakan dari ’penghuni’ lahan tersebut.

”Dulu sumber air diambil dari Kali Progo belakang pabrik. Ketika diuji di sini, air layak dikonsumsi. Namun, ketika air dibawa ke Semarang tiba-tiba air berubah teyeng (berkarat). Warga menyimpulkan ada penolakan dari ’penghuni’ lahan,” ucap pemilik warung yang tidak jauh dari pabrik itu.

Padahal di tengah pembangunan, manajemen pabrik sempat membuka rekrutmen pegawai. Banyak yang diterima. Namun, para karyawan tidak pernah bekerja seiring penutupan pabrik tersebut. Setelah ditutup, manajemen hanya memperkerjakan sekuriti untuk merawat bekas pabrik.

” Tapi sekarang tidak ada yang merawat sampai pernah rumput tingginya nyaris menutupi gedung dua lantai, mas,” jelasnya.

BIKIN MRIDING : Suasana bangunan nampak dari depan (Foto : borobudurnews)

Keangkeran bangunan tersebut mulai dirasakan ketika jarang dijamah manusia. Banyak warga yang diganggu makhluk halus. Mulai dari penampakan genderuwo berperawakan hitam tinggi besar dengan mata merah melotot. Kemudian tangisan wewe gombel yang tengah menyusui anaknya. Kemudian kemamang (api terbang) yang berseliweran di dalam pabrik.

”Pernah adik saya memanjat pohon kepala untuk memetik tapi baru dua tataran, dari bawah sudah ditunggui bermacam hewan aneh. Ada ular bersorban, kelabang berpecis, hingga kalajengking sebesar pohon kepala,” ucapnya. Bahkan dirinya mengaku sempat melihat ular tanpa kepala dengan badan sebesar pohon kelapa mengitari beteng pabrik.

Salah satu penggarap lahan pepaya yang letaknya tepat disebelah barat pabrik menjelaskan, di belakang pabrik berdiri keraton demit. Benar saja, ketika Borobudur News menyambangi tempat yang dimaksud, hawa dingin menyelimuti badan. Rasanya merinding. Langkah kaki terasa berat hampir kaku.

”Di sini, mas, (menunjuk pohon nangka) saya melihat wewe. Dan di bawah (menunjuk batu besar dekat Kali Elo) banyak hantunya,” terang Surman, 50, warga Majaksingi, Borobudur.

Selain itu, ia berkisah, dulu saat malam banyak anak yang menggunakan obor mencari burung gemak di semak belukar dalam pabrik. Namun, mereka lari tunggang langgang saat obor diarahkan ke depan dan melihat beberapa genderowo menatapnya.

”Kalau saya waktu magrib saat menaruh hasil panen pepaya di depan pabrik, dari atas ada sosok tinggi besar seperti genderuwo. Saya lari,” kenang Surman.

Imbuhnya, saat ini, bekas pabrik air mineral rencananya akan dijadikan sebagai rumah sakit elite. Semoga dengan alih fungsi menggangtersebut, tidak ada lagi makhluk halus yang mengganggu. (han/bn1)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: