IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Kisah Horor Dialami Pekerja Renovasi RSI Ibnu Sina Mertoyudan

BNews—MERTOYUDAN— Setelah delapan tahun lamanya terbengkalai, Rumah Sakit Islam Ibnu Sina dikabarkan akan segera kembali beroperasi. Meski sudah dilakukan peremajaan hingga nampak seperti baru, namun aura angker tetap tidak bisa disembunyikan.

Suasana horor sudah terasa sejak akan memasuki rumah sakit tersebut. Tanaman rumput gajah terlihat tumbuh liar mengitari bangunan tersebut. Kira-kira tingginya setengah meter. Padahal bila dibiarkan tingginya bisa sampai dua meter lebih.

Sesampai di dalam, bangunan rumah sakit itu ternyata masih dilakukan renovasi. Keramik di ruang depan nampak bersih. Tembok dicat ulang. Kaca jandela hingga eternit yang rusak sudah diganti.

Kondisi tersebut sangat berbeda saat Borobudur News menyambangi rumah sakit pada 2019. Saat itu tembok bangunan masih bercat kuning dan penuh dengan coret-coretan pilok. Tanaman liar menjulang hingga setinggi atap, lantai keramik retak dan patahan kayu berserakan.

Kemudian atap ruangan di bagian belakang roboh, banyak sarang laba-laba disetiap sudut ruang. Hingga tebalnya debu yang menempel diseluruh jendela membuat sinar matahari kesulitan menembus kaca.

Kepala Logistik Proyek, Shobirin mengatakan bila rumah sakit tersebut akan segera dioperasikan kembali. Kegiatan renovasi di bangunan yang terletak di Jalan Magelang-Purworejo Kilometer 4, Kendang, Banjarnegoro, Mertoyudan itu mulai dilakukan sejak 27 Februari 2019 lalu.

”Berbagai tanaman liar setinggi atap sudah dibersihkan. Kami merubah warna dinding tembok dari kuning menjadi biru, banyak coretan pada tembok. Eternit jebol diganti dan pintu hanya divernis saja,” kata Shobirin.

Loading...

Pria ramah dengan baju biru bermotif garis-garis itu mengungkapkan, selama proses renovasi diakui banyak peristiwa mistis yang terjadi. Kejadian itu dialami sekuriti yang berjaga, pekerja bangunan hingga ibu kantin.

”Biasanya ada penampakan dan suara-suara. Paling sering dialami para pekerja yang bermalam di sini yang dituntut bekerja lembur,” ungkapnya.

Salah satu pekerja borongan, Eko, mengaku kerap mengalami peristiwa mistis. Baik saat pagi, siang, sore hingga malam hari. Seperti saat malam tiba, ia mengaku di dalam rumah sakit terasa riuh ramai.

”Apalagi waktu malam Jumat Kliwon, suasana rumah sakit ramai sekali. Padahal saat itu hanya ada kami para pekerja dan sekuriti saja,” kata dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Pemasangan listrik yang belum selesai ke seluruh bagian gedung membuat suasana malam terasa semakin mencekam. Gangguan makhluk astral selalu saja dialaminya. Seperti suara anak-anak sedang asik bermain di ruang operasi yang letaknya di pojok gedung, hingga penampakan tak masuk diakal.

”Pada siang hari ’anak-anak’ itu sering memperlihatkan dirinya. Belum lagi sosok nenek-nenek dan hantu suster berbaju putih di sudut lorong. Satpam yang dinas malam juga pernah melihat pocong berdiri di dalam ruang tebus obat,” ujar Eko.

Penjual Soto yang berdagang tepat dimulut jalan masuk RSI Ibnu Sina, Rano Karno menerangkan, bangunan tersebut diresmikan 31 Mei 2008 sebelum ditutup 2012 lalu. Beberapa sebab sepinya rumah sakit itu diantaranya tidak ada dokter yang stand by alias on call. Termasuk biaya perawatan tergolong sangat mahal. Padahal, peralatan medis di sana cukup lengkap.

”Banyak pasien yang kecewa dan tidak mau datang lagi. Apalagi tidak mungkin ada korban kecelakaan yang seharusnya cepat mendapatkan penanganan tetapi malah diminta menunggu dokter datang dulu,” papar Rano.

Salah satu momen yang tak terlupakan adalah keresahan seorang pasien yang disampaikan pada dirinya. Saat siang hari, seorang pasien mengaku tengah mengantri untuk memeriksakan kesehatannya. Tiba-tiba, si pasien melihat sebuah keranda mayat tepat di depan matanya. Sedang orang lain tidak melihat keanehan tersebut.

”Orang itu lalu membatalkan untuk berobat dan lari keluar karena menganggap ada yang tidak beres dengan rumah sakit tersebut. Memang angker,” pungkas dia. (*/**/han)

Penulis: Chika Amazella Subekti (Mahasiswi Magang Universitas Negeri Jogjakarta) dan Wahid Fahrur Annas (Mahasiswa Magang IAIN Purwokerto)

Kaos Deglang
3 Comments
  1. Erika says

    Saya pernah nih dibawa rumah sakit ini waktu kecelakaan di depan pancaarga pintu tiga tahun 2012 🥺

  2. Yogi Van Dieren says

    Dulu saya pernah mondok di sini 2x, tempatnya sepi banget serem sih apa lg di depan RS itu sering terjadi kecelakaan makan korban, banyak bgt korban meninggal di situ, pernah nyaksiin sendiri ada orang terhimpit truk sampai tercecer dagingnya, yah dimana2 yang namanya rumah sakit udah pasti Angker banyak penampakan ya emang dari dulu, mereka takutnya sama doa’ di bacaain doa’ mereka menjauh aku dzikir sambil berbaring, waktu aku mondok di rumah sakit aku lebih pasrah sama yg di Atas ketimbang lari dari gangguan mistis, biasanya mahluk yg gangguin bosen sendiri.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: