Anak Korban Pengeroyokan di Magelang Tak Tahu Ayahnya Sudah Meninggal: Papa itu Masih Sakit

BNews—MAGELANG— Dua balita dari korban penganiayaan di Magelang, HAN 2,5 tahun dan MEL 1,5 tahun tidak tahu jika ayahnya, Bagas Himawan, telah meninggal dunia. Hingga sekarang, mereka meyakini jika sang ayah masih sakit.

Kisah itu diceritakan istri korban, Gabriella Lady Octaverina. Ia mengatakan jika HAN dan MEL masih menganggap sang ayah masih hidup dan masih dalam keadaan sakit.

”Sampai sekarang nggak nanya papa dimana. Tahunya itu sakit,” kata Lady, Jumat (17/7).

Baca juga: Kisah Pilu Istri Korban Pengeroyokan Magelang Hidupi 2 Anaknya dan Tanggung Hutang RS

Perempuan 22 tahun itu mengungkapkan, pertemuan terakhir antara sang anak dan ayah ketika sudah dikafani. Saat itu, korban sudah berbalut kain mori dan tengah disemayamkan di rumah duka.

”Ketemu terakhirnya saja pas jenazah (korban) di bawa ke rumah Kalinegoro. Tahunya itu sakit. Kayaknya nggak mudeng (kalau sudah meninggal),” ungkapnya.

Lady menjelaskan jika wajah keduanya terlihat ketakutan saat melihat ayahnya sudah berbalut kafan. HAN saat itu hanya memanggil ’papa.. papa..’. Sementara MEL nampak mengelilingi sang ayah sambil menangis.

Baca juga: Kronologi Lengkap Kasus Pengeroyokan di Magelang: Diculik, Dianiaya, Barang Berharga Raib

”Sampai sekarang (mereka) nggak nanya papa dimana. Tapi anakku 1,5 tahun tak kasi foto ini (sambil menunjukkan galeri foto di ponsel) langsung nyiumin. Sambil bilang ’papa.. papa..’,” jelasnya.

”Aku mbatin, ’kok bisa sih, kok dicium’. Mungkin di situ kangen tapi kok nggak ketemu-ketemu gitu, lho. Namanya anak umuran segitu,” sambung dia.

Dirinya saat ini masih bingung bagaimana kelak akan menjelaskan kepada anaknya jiak ayahnya sudah meninggal. Bahkan, keluarga sepakat untuk merahasiakan jika sang ayah meninggal karena menjadi korban penganiayaan.

Baca juga: Ini Firasat Bagas dan Keluarga Sebelum Jadi Korban Tewas Pengeroyokan di Magelang

”Jadi besok nggak usah diceritakan kalau papae dikeroyok. Besok bilang kalau meninggal (karena) sakit. Takut beban mental,” ucapnya berusaha menguatkan anaknya Ketika sudah beranjak besar.

Salah satu kenangan saat anggota keluarga masih utuh adalah piknik bersama di Pantai Baron, Gunungkidul Jogjakarta. Saat itu, ia bersama almarhum dan kedua anaknya merayakan ulang tahun anaknya ke-2 tanggal 15 Desember 2019.

”Saya kalau kangen selalu berdoa kepada Allah agar diberi kekuatan dan kesabaran,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: