Kisah Partin Atlet Difabel Asal Magelang Raih 3 Medali Emas Dan 1 Perak Di Tingkat Nasional

BNews–MAGELANG– Hasil membanggakan datang juga dari seorang warga lereng Gunung Sumbing Kabupaten Magelang. Ia adalah Partin Atlet Difabel yang mengukir prestasi di ajang  Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.

Partin diketahui merupakan warga Dusun Wonocoyo, Desa Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Dirinya berhasil mendapatkan tiga medali emas dan satu medali perak dalam cabang lari dan lompat jauh.

Saat diwawancari, Partin mengaku tiga medali emas dan perak yang berhasil disabetnya merupakan hasil pertama kali  dalam Peparnas XVI Papua. Setelah berhasil meraih hal tersebut, Partin sempat pulang ke kampung halamannya dan disambut ramai oleh masyarakat Kaliangkrik.

Saat pulang, Partin juga bertemu dengan kedua orang tuanya Muhlisin  dan Latri Musiyah. Serta kakaknya, Nur Rifai.

Ia mengatakan saat lompat jauh sebenarnya ia tidak terlalu menarget. karena hal itu bukan bidang yang ditekuninya. Ia hanya fokus di cabang lari yang ditekuninya selama ini.

“Lompat jauh di luar dugaan saya, diluar predeksi. Sebenarnya saya nggak narget, yang penting saya fokus nggak diskualifikasi. Sementara kalau lari itu memang harus bener-bener fokus. Alhamdulillah bisa mendapatkan medali emas tersebut,” katanya (18/11/2021).

Sementara itu di cabang olahraga lari, Partin mengikuti 3 nomor , yakni individu 100 dan 200 meter. Kemudian untuk yang beregu yakni estafet 400 meter, untuk 4 orang.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Lari individu 100 meter dan 200 meter ia berhasil mengalahkan 6 kontestan lainnya,” imbuhnya.

Partin juga mengatakan bahwa dirinya mengikuti persiapan untuk ajang tersebut di Solo sejak bulan Agustus 2021 lalu.  Orangtuanya mendukung apa yang dilakukan, termasuk mengizinkan Partin kos selama setahun di Solo, supaya dekat saat latihan.

Ia menceritakan, awalnya ikut lari tersebut semenjak di SMK Muhammadiyah Bandongan. Saat itu, ada ektra kurikuler, kemudian ia memilih futsal dan lari. Namun oleh guru disarankan untuk untuk memilih salah satu dan memilih lari.

“ Waktu itu, guru saya menyarankan latihan di Borobudur sama Pak Iwan. Kalau sekarang namanya Persatuan Magelang Atletik. Saya masuk 2018 akhir,” tutur Partin yang menyebutkan saat kecil kaki kirinya terbakar.

Dari sinilah, Partin mengenal yang namanya National Paralympic Committee (NPC). Setelah itu, mendapatkan informasi jika akan ada lomba Pekan Paralimpik Provinsi di Solo yang sekaligus sebagai ajang seleksi.

Sementara itu, Kepala Desa Kaliangkrik, Nidaul Khusna mengatakan,  apa yang diraih bisa menjadi motivasi dan menginspirasi warga lainnya. “Kami merasa bangga, pingin menunjukkan kepada warga khusus kelurahan disini kalau kalian juga bisa seperti itu,” tambahnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: