Kisah Pilu Bocah 4 Tahun Asal Tegalrejo Magelang Berjuang Melawan Virus Rubella

BNews—TEGALREJO— Seorang bocah berusia emat tahun, diumur yang seharusnya ia bermain dengan teman-temannya, Azalia El Fitra didiagnosa dokter mengidap GDD, Congenital Rubella Syndrome dan speech delay. Karena penyakitnya, Azalia menjadi rentan tertular sakit seperti batuk, pilek, demam tinggi dan terkadang juga alami kejang.

Azalia, panggilan karibnya, berasal dari Kecamatan Tegalrejo, Kabupaten Magelang. Gadis cantik ini merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Tri Sumaryono dan Ana Susanti.

Informasi yang dihimpun dari situs donasi Kita Bisa, Azalia selama ini dirawat oleh kedua orang tuanya dibantu oleh kakek neneknya. Sang ayah bekerja keras sebagai buruh bangunan. Upahnya Rp840ribu sebulan atau 55ribu perhari. Cukup untuk membuat asap dapur tetap mengepul.

Karena penyakitnya, sang bocah menjadi rentan tertular sakit seperti batuk, pilek, demam tinggi dan terkadang juga alami kejang. Azalia juga sering rewel dan waktu bayi kalau minum ASI selalu tersedak.

”Saat kambuh, Azalia dibawa ke IGD RS terdekat. Jika tidak segera diobati dapat berakibat fatal,” kata Ana dikutip dari Kita Bisa pada Sabtu (17/7).

Ana mengungkapkan, awalnya Azalia lahir belum cukup bulan, berat badan kurang dan terlihat biru. Karena tidak ada biaya untuk opname dirumah sakit maka diputuskan untuk pulang paksa dari puskesmas.

Ketika Azalia berusia dua bulan, terlihat ada titik putih pada kornea matanya. Lama kelamaan titik putih itu melebar. Akhirnya dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Azalia juga sudah tumbuh gigi sejak lahir dan di usia dua bulan anak kami pun cabut gigi,” ungkapnya.

Beberapa hari kemudian Azalia opname. Setelah melalui berbagai pemeriksaan, si kecil didiagnosa Congenital Rubella Syndrome yang kemungkinan sudah diderita ketika masih didalam kandungan. Virus itu yang menyebabkan anak kami terlahir dengan beberapa penyakit bawaan yaitu mata katarak, gangguan dengar dan jantung bocor.

”Setelah itu pihak RSUD Tidar Magelang merujuk rawat jalan ke RSUP dr Sardtjito Jogjakarta dan diusia tujuh bulan anak kami menjalani operasi penutupan jantung (Catheterisasi). Kemudian diusia sepuluh bulan operasi mata sebelah kanan dan usia sebelas bulan operasi mata sebelah kiri,” kenangnya.

Setelah itu dokter curiga masih ada virus lain karena berat badannya tak kunjung naik. Akhirnya dilakukanlah CT Scan pada kepala dan cek darah.

Benar saja dari pemeriksaan tersebut diketahui ada virus CMV dan pengapuran otak yang mengakibatkan perkembangan tumbuh kembangnya terlambat dan ukuran kepalanya kecil (microcefaly).

”Dokter menyarankan terapi Gancyclovir untuk memusnahkan virus itu dan disusul dengan fisioterapi, okupasi terapi dan terapi wicara untuk mengejar tumbuh kembangnya dan masih berlanjut sampai sekarang,” ujarnya.

Saat di RSUD Tidar Magelang dan RSUP dr Sardjito, ia berobat dengan menggunakan BPJS dari pemerintah. Namun tetap saja kebutuhan Azalia yang tak ditanggung BPJS tidak sedikit.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, biaya transportasi bolak-balik ke RS, biaya pembelian baterai alat bantu dengar. Lalu biaya untuk cetak telinga, membeli susu dan kebutuhan lainnya, kedua orangtua Azalia pun seringkali merasa kesulitan.

Berbagai kisah ketika pergi berobat pun pernah Azalia dan keluarganya lalui. Pernah suatu hari, tiga hari berturut-turut turun hujan dan Azalia harus kontrol ke RSUP dr Sardjito. Azalia pun berangkat pagi-pagi kehujanan dan pulangnya pun juga larut malam.

”Sering pula kehabisan uang ketika Azalia sedang opname. Namun, ini adalah nikmat sebagai proses kesembuhan Azalia,” pungkasnya.

Bagi dermawan yang ingin meringankan sakit dan membantu kesembuhan Azalia El Fitra bisa KLIK DONASI(hil/han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: