Kisah Pilu Yogi, Kornea Matanya Pecah Dipukul Pendemo di Aksi #MagelangBergerak

BNews—MAGELANG— Aksi unjuk rasa #MagelangBergerak pada Kamis, 26 September lalu bisa jadi tak akan pernah dilupakan oleh Edward Kaesprayogi. Aksi itu bakal dikenangnya semumur hidup.

Ya, sebuah peristiwa yang tak pernah akan dibayangkannya terjadi. Menimpa dirinya. Kornea matanya pecah akibat pukulan bambu dari peserta unjuk rasa.

Yogi, panggilan akrabnya mengalami luka serius dibagian matanya. Kornea nya pecah. Kebutaan mengancamnya.

Pegawai honorer di Dinas Perhubungan Kota Magelang ini tak masih harus mendapatkan perawatan intensif. Sehari-hari matanya masih diperban. Masih sakit.

Dia menceritakan awal mula kejadian memilukan itu. “Awalnya karena aksi unjuk rasa damai-damai saja. Makanya kita semua yang ada di situ bisa membaur dengan massa. Tapi setelah selesai malah terjadi kericuhan,” ucapnya.

Namun, tak berselang lama, kericuhan terjadi. Sejumlah masa tiba-tiba mengamuk. Beberapa polisi dipukul. Yogi melihat kejadian itu.

 “Saya spontan, melihat rekan polisi hendak dipukuli saya mencoba menghentikan tapi malah mata saya terkena pentungan bambu dari massa demo,” kata dia.

Loading...

Buk.. kepalanya pening. Matanya berkunang-kunang. Yogi sudah tak ingat lagi kejadian saat itu. Tubuhnya tumbang.

Rekannya dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, dan aparat kepolisian pun langsung mengevakuasi Yogi. Ia kemudian dilarikan ke RSUD Tidar sebelum akhirnya dirujuk ke RS dr Sardjito Jogjakarta.

“Kornea mata saya pecah,” kata dia.

Sampai sekarang Yogi tak pernah tahu siapa yang memukulnya. Juga siapa yang harus bertanggung jawab. Dia hanya bisa ikhlas dan menjalani tugasnya kembali. Sebagai pegawai honorer di Dinas Perhubungan. (jar/co)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: