Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Kisah Viral di Sultra: Suami Serahkan Istri ke Selingkuhan Lewat Upacara Adat, Ini Faktanya!

Kisah Viral di Sultra: Suami Serahkan Istri ke Selingkuhan Lewat Upacara Adat, Ini Faktanya!

  • calendar_month Ming, 5 Okt 2025

BNews—SULTRA— Jagat maya tengah dihebohkan dengan beredarnya video viral yang memperlihatkan seorang suami menyerahkan istrinya kepada pria selingkuhan melalui prosesi adat Tolaki yang dikenal dengan nama Mowea Sarapu atau Mosehe.

Peristiwa yang terjadi di Kecamatan Tongauna Utara, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (2/10/2025) itu langsung menyedot perhatian publik di berbagai platform media sosial.

Dalam rekaman yang beredar luas, tampak suasana haru dan penuh emosi saat sang suami dengan tegar menyerahkan istrinya kepada pria lain di hadapan tokoh adat dan masyarakat.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa suami berinisial SRH menyerahkan sang istri, NS, kepada pria selingkuhan yang juga berasal dari Kecamatan Tongauna.

Diketahui, pasangan SRH dan NS telah menjalani rumah tangga selama lima tahun, namun hubungan itu kandas karena perselingkuhan yang dilakukan NS.

Sebelum prosesi adat digelar, SRH lebih dulu menggerebek istrinya bersama pria tersebut di sebuah rumah kos di Kecamatan Unaaha, Konawe.

Kasus ini sempat dilaporkan ke Polsek setempat, namun kemudian diserahkan ke ketua adat dan kepala desa untuk diselesaikan melalui jalur adat Tolaki; sesuai tradisi yang berlaku di daerah tersebut.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dalam adat Mowea Sarapu, pihak pria yang melakukan perselingkuhan wajib memenuhi sejumlah syarat dan sanksi adat; sebagai bentuk tanggung jawab dan penyelesaian damai.

Pada kasus ini, pihak pria diwajibkan menyerahkan seekor kerbau yang diganti dengan satu ekor sapi, disertai dengan kaci (alat adat); cerek, ta’awu (sirih pinang), serta uang tunai sebesar Rp5 juta.

Syarat tersebut diterima oleh keluarga SRH dan disaksikan secara langsung oleh aparat desa, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Prosesi adat Mosehe berjalan khidmat dan penuh makna. Namun suasana berubah haru ketika SRH menyampaikan kata-kata perpisahan yang menyentuh hati di hadapan seluruh hadirin.

Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, SRH mengeluarkan kata sah.

“Sah secara agama dan adat hari ini, saya serahkan dia sepenuhnya kepadamu. Tolong jaga dia, bahagiakan dia, itu saja,”

ucapnya sambil menahan tangis, sebagaimana terekam dalam video yang viral di media sosial pada Sabtu (4/10/2025).

Momen tersebut langsung menuai beragam reaksi dari warganet. Banyak yang memuji ketegaran SRH dalam menghadapi cobaan rumah tangga yang berat; sementara sebagian lainnya menyoroti kearifan lokal masyarakat Tolaki dalam menyelesaikan persoalan melalui jalur adat yang penuh nilai kemanusiaan dan kehormatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat kuat tentang nilai-nilai adat dan budaya lokal yang masih dijunjung tinggi di sejumlah daerah di Indonesia.

Tradisi Mosehe tak hanya berfungsi sebagai mekanisme penyelesaian konflik sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga martabat; kehormatan, dan keseimbangan hubungan antarwarga di tengah masyarakat adat Tolaki. (*)

About The Author

  • Penulis: Purba Ronald

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less