21 SMP di Kota Magelang Mulai Gelar Simulasi UNBK

BNews—MAGELANG— Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang mengaku persiapan sarana dan prasarana jelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sudah seratus persen. Sebanyak 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) peserta Ujian Nasional (UN) diklaim sudah mempersiapkan komputer, jaringan internet, proktor hingga teknisi.

Kepala Disdikbud Kota Magelang, Agus Sujito menjelaskan, secara umum sarana dan prasarana di 14 SMP negeri dan tujuh swasta sudah siap. Bahkan, para siswa sudah mulai melakukan simulasi UN berbasis komputer.

”(Persiapan) sudah seratus persen. Sekolah mulai melakukan simulasi. Jadi, pelaksanaannya dibuat semirip mungkin disesuaikan dengan UNBK sebenarnya. Termasuk agar siswa tidak canggung mengoperasikan komputer,” jelas Agus kepada Borobudur News, Selasa (4/2).

Kepala SMP Negeri 7 Magelang, Parjopo membenarkan klaim Disdukbud Kota Magelang terkait kesiapan sekolah menuju UNBK. Pihaknya, saat ini tengah melakukan uji coba terhadap perangkat pendukung UN. Utamanya dengan menggelar simulasi yang digelar tanggal 1, 3, 4, dan 5 Februari.

”Ini adalah simulasi ke-2, setelah yang pertama sukses digelar pertengahan Desember 2019,” kata dia saat ditemui di ruangannya.

Parjono menyebut, jumlah kelas IX saat ini sebanyak 190 siswa. Dalam simulasi tersebut, pihaknya menggunakan dua ruang Laboratorium TIK yang disulap sebagai ruang ujian. Satu ruang berisi 32 komputer utama dengan 2 komputer cadangan.

”Satu hari ada tiga sesi ujian. Satu sesi ada 64 siswa yang ujian terbagi dua ruangan,” papar dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Selain memiliki 68 komputer, sekolah mempunyai dua server utama dan satu cadangan. Selain itu, Dalam simulasi tersebut, pihaknya mengandalkan satu teknisi dan dua proktor.

”Sejauh ini berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti,” imbuhnya.

Teknisi ujian simulasi SMP Negeri 7 Magelang, Sufyani mengungkapkan, tidak menemukan kendala berarti saat siswa melaksanakan simulasi. Hanya ada seorang siswa terpaksa memakai komputer cadangan karena komputer yang digunakan tiba-tiba Operation System (OS) update.

”Update OS-nya lama, jadi terpaksa siswa kami arahkan menggunakan komputer cadangan,” ungkapnya.

Salah satu siswa kelas IXB, Akmal Rizka mengaku tidak kesulitan mengoperasikan komputer saat ujian. Hanya, dia mengeluhkan sukarnya mata ujian Matematika yang dikerjakan

”40 butir soal lumayan susah. Banyak yang berbeda dengan materi yang diajarkan dikelas. Harapan saat UNBK nanti soal-soal tidak sesusah saat simulasi,” pungkas dia. (cr1/han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: