KPK Buru Penginapan Mewah Tersangka Suap Pajak di Kawasan Candi Borobudur

BNews—MAGELANG— Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian keuangan kembali tersandung dugaan kasus suap yang melibatkan pegawainya. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah mengusut kasus yang merugikan negara hingga puluhan miliar.

Diketahui dari Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) yang beredar menyebutkan, ada dua nama sebagai tersangka dugaan penerima suap dan gratifikasi pengurusan pajak sejumlah perusahaan. Meskipun KPK hingga sekarang belum mengumumkan secara resmi penetapan tersangka kasus suap pajak, namun, diketahui keduanya sudah dicekal ke luar negeri hingga penyidikan berakhir.

Salah satu tersangka yang ditetapkan KPK adalah Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Angin Prayitno Aji. KPK saat ini memeriksa aliran dana Rp50 miliar yang diduga uang sogokan terkait besaran pungutan pajak yang  diduga melibatkan Angin.

”Terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak yang oleh KPK diduga terlibat dalam dugaan suap tersebut telah dilakukan pembebasan tugas,” tegas Menkeu Sri Mulyani.

Sementara itu, berdasarkan data LHKPN yang dikutip Borobudur News pada Minggu, (14/3), Angin memiliki harta Rp18,62 miliar. Pelaporan harta kekayaan ini tercatat pada 29 Februari 2020. Harta yang dimiliki beragam mulai dari tanah dan bangunan, alat transportasi dan mesin, hingga harta tak berberak lainnya.

Selain memiliki harta tanah dan bangunan di Jakarta Timur dan Jakarta Selatan, Angin diduga juga memiliki rumah megah seluas 500 meter di pusat Kota Jogjakarta. Dan diduga memiliki penginapan mewah di kawasan Candi Borobudur.

Adapun aset yang diduga berhubungan dengan Angin di Jogja salah satunya, berupa rumah penginapan bernama Grha Timoho yang lokasinya berada di Jalan Timoho 2 Nomor 26 Kota Jogjakarta. Rumah tersebut berada di kompleks permukiman elit yang letaknya di sisi barat Fakultas Hukum kampus Universitas Janabadra.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Seperti dikutip Koran Tempo edisi 8 Maret 2021, penginapan yang juga bernama Rumah Dharma 3 ini ditengarai terhubung dengan aset properti di Kabupaten Magelang. Rumah Dharma 1 dan 2 yang berlokasi di dekat Candi Borobudur ini kini tengah ditelusuri KPK.

Di Desa Wanurejo, Borobudur, penginapan mewah itu menampung tamu yang sebagian turis mancanegara. Di penginapan itu terdapat kolam renang, bungalow dan pendopo khas joglo. Tak jauh dari sana, berdiri Rumah Dharma 1 dengan pemilik yang sama. Bangunannya memiliki karakter arsitektur yang sama.

Pemodalnya berinisial ’W’, yang disebut-sebut pernah menjabat direktur di Direktorat Jenderal Pajak. Pemilik tiga penginapan itu diduga terhubung dengan tersangka penerima suap dan gratifikasi pengurusan pajak sejumlah perusahaan, Angin Prayitno Aji.

Angin diduga meminjam nama ihwal kepemilikan tiga properti penginapan di Jogjakarta dan Magelang. Dikutip dari Tempo, wartawan berusaha meminta konfirmasi soal pemodal guest house tersebut melalui manajer Rumah Dharma 3, Ragil Jumedi.

Melalui sambungan telepon, Tempo menghubungi Ragil. Namun yang menjawab adalah pegawainya bernama Defan. Ia menyampaikan dirinya tak tahu-menahu mengenai status kepemilikan tiga penginapan yang tersebar di Magelang dan Jawa Tengah.

Defan hanya mengatakan Ragil sebagai manajer pengelola Rumah Dharma 3. ”Pak Medi sedang tidak di Rumah Dharma 3. Silakan tinggalkan pesan,” kata Defan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: