PENTING !! Apa Itu Pneumonia Pada Bayi, Dan Begini Cara Mengatasinya
- calendar_month Kam, 30 Nov 2023

Pneumonia Pada Bayi,
BNews-KESEHATAN- Pneumonia adalah peradangan paru-paru akibat infeksi oleh virus atau bakteri. Kondisi inflamasi ini menyebabkan paru-paru terisi cairan atau dahak purulen, dan karena itu pneumonia sering disebut sebagai penyakit paru-paru basah.
Pada bayi, pneumonia sangat rentan terjadi karena sistem kekebalan tubuh mereka masih dalam proses perkembangan. Gejala pneumonia pada bayi mirip dengan gejala pada orang dewasa, salah satunya adalah batuk yang terus menerus.
Berikut ini tanda-tanda pneumonia pada bayi:
- Demam
- Batuk
- Merasakan panas dingin
- Nafas cepat
- Bernapas dengan suara mendengkur (mengi)
- Kesulitan bernapas
- Muntah
- Sakit dada
- Sakit perut
- Kelelahan atau kurang aktif
- Kehilangan nafsu makan.
Jika bayi Anda mengalami gejala-gejala ini, segera bawa ke rumah sakit.
Untuk pengobatan pneumonia pada bayi, dibutuhkan banyak istirahat dan cairan agar tubuh bisa melawan infeksi. Jika dokter mendiagnosis pneumonia bakteri, bayi akan diberikan antibiotik sesuai dengan dosis dan jadwal yang diresepkan.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Pengobatan dengan antibiotik harus dihabiskan untuk memastikan bahwa bakteri benar-benar mati dan tidak menyebabkan infeksi berulang. Jika bayi Anda mengalami kesulitan bernapas, dokter akan memberikan perawatan pernafasan.
Namun, pneumonia virus tidak dapat diobati dengan antibiotik. Jika infeksi virus menjadi penyebabnya, dokter akan meresepkan obat antivirus yang sesuai.
Jika anak mengalami demam tinggi, kesulitan bernafas, membutuhkan oksigen, muntah, tidak dapat minum obat, atau memiliki infeksi paru-paru yang menyebar ke aliran darah, maka perawatan intensif di rumah sakit diperlukan. Perawatan di rumah sakit meliputi pemberian antibiotik, cairan infus, dan perawatan pernafasan. Kasus yang lebih serius mungkin memerlukan perawatan di unit perawatan intensif (ICU).
Pada umumnya, pneumonia bakteri sembuh dalam satu sampai dua minggu dengan perawatan yang adekuat. Sedangkan pneumonia virus bisa memerlukan waktu empat sampai enam minggu untuk sembuh sepenuhnya.
Pneumonia disebabkan oleh berbagai jenis virus, bakteri, dan jamur. Berikut ini adalah beberapa penyebab pneumonia menurut World Health Organization (WHO):
- Streptococcus pneumoniae adalah penyebab pneumonia bakteri yang umum terjadi pada anak-anak.
- Haemophilus influenzae tipe b (Hib) adalah penyebab pneumonia bakteri yang paling umum kedua.
- Virus lain yang dapat menyebabkan pneumonia adalah respiratory syncytial virus (RSV).
- Pada bayi yang terinfeksi HIV, Pneumocystis jiroveci adalah salah satu penyebab pneumonia yang paling umum. Jamur ini menyebabkan seperempat dari bayi yang terinfeksi HIV meninggal akibat pneumonia.
Untuk mencegah pneumonia, imunisasi sangat penting. Anak-anak harus mendapatkan imunisasi untuk Haemophilus influenzae, pneumococcus, dan batuk rejan mulai usia 2 bulan.
Vaksin flu direkomendasikan untuk semua anak usia 6 bulan hingga 19 tahun. Vaksin COVID-19 direkomendasikan untuk semua anak usia 5 tahun ke atas. Anak-anak yang memiliki gangguan jantung atau paru-paru juga perlu divaksinasi untuk COVID-19.
Jika memungkinkan, hindari anak-anak dari orang-orang yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan seperti hidung tersumbat atau berair, sakit tenggorokan, dan batuk. Untuk anak usia dua tahun ke atas, kenakan masker untuk mencegah penyebaran virus dan bakteri penyebab pneumonia.
Selain itu, anak-anak juga perlu asupan vitamin dan suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh mereka. (*/halodoc)
About The Author
- Penulis: Pemela





Saat ini belum ada komentar