Awas Terjebak Kredit Online, Perhatikan Ini

BNews—TEKNO— Kredit online bak dua sisi mata uang. Memberikan kemudahan tapi juga bisa menjerat bagi yang tidak berhati hati.

Baru-baru ini beredar kasus nasabah kredit online yang terus dihubungi dan ditagih oleh perusahaan pinjaman online. Mirisnya, bukan hanya peminjam yang dihubungi namun juga kerabat dan teman dekatnya.

Tentunya, ini menjadi aib tersendiri bagi debitur sebagai konsumen yang sebenarnya memberika keuntungan pada perusahaan pinjaman online dengan pembayaran bunga tak sedikit.

Biasanya praktik penagihan seperti ini hanya dilakukan oleh perusahaan online illegal, yang tidak terdaftar pada OJK. Agar Anda tidak terjebak pada kredit online yang menjerumuskan, perhatikanlah kiat-kita ini:

Cek Review

Biasanya pinjaman online yang bagus dan terpercaya akan memiliki rating dan review positif. Hal ini bisa Anda lihat dari laman play store pada bagian bawah aplikasi fintech yang akan diunduh

Bacalah semua review yang ada untuk menemukan kelemahan dan kekuatan aplikasi tersebut.

Loading...

Biasanya review yang diberikan jujur dan memang sesuai pengalaman pengguna.

Bandingkan Bunganya

Meski terpepet kebutuhan dan harus lekas mendapatkan suntikan dana, bukan berarti kita memilih perusahaan pinjaman online serampangan. Salah satu hal penting yang wajib dipikirkan matang adalah besaran bunga yang mereka tawarkan.

Karena setiap perusahaan fintech menawarkan bunga berbeda, Anda bisa memilih yang paling ringan.

Pemberian bunga yang terlalu besar akan memberatkan, meski jumlah pinjaman yang didapat bisa lebih besar dibanding fintech lainnya. Anda juga harus memikirkan kesanggupan Anda untuk mencicilnya sampai lunas.

Cek Administrasi dan Dendanya

Umumnya para perusahaan fintech mematik biaya administari sebesar 3% dari total pinjaman.

Tentunya ini bukan angka sedikit dan bahkan beberapa ada yang mematok presetase lebih besar. Selain itu yang juga perlu diperhatikan adalan denda keterlambatan.

Perusahaan kredit online rata-rata menerapkan biaya keterlambatan yang besar, bahkan bisa mencapai ratusan ribu perhari.

Jika tidak hati-hati makan Anda akan terlilit dengan pembayaran bunga yang tiada habisnya.

Terdaftar di OJK

Terpenting adalah perusahaan yang ingin Anda pilih untuk mengajukan pinjaman diawasi OJK. Sehingga jika Anda merasa ada tindakan illegal yang merugikan bisa langsung dilaporkan dan ditindaklanjuti oleh OJK.

Jangan tergoda pinjaman cepat cair dengan plafon tinggi namun tidak terdaftar OJK. Karena biasanya perusahaan seperti ini kerap mengubah aturan terkait bunga tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Perlu diketahui pula per Oktober 2019 lalu, OJK telah merilis nama-nama fintech yang terdaftar pada situs mereka dan telah melengkapi berbagai persyaratan menjadi Lembaga keuangan yang legal. Setidaknya ada 127 fintech yang detailnya bisa Anda lihat langsung pada laman website OJK.

Sediakan Costumer Servise

Jangan ragu untuk meminta nomer telepon dan berdiskusi langsung dengan pemberi pinjaman. Sebab fintech yang legal dan memiliki ijin dari OJK pasti bertempat disebuah kantor.

Mereka memiliki manajemen keuangan yang baik yang dapat memberikan Anda informasi mengenai jenis pinjaman yang akan diajukan. (her/wan)

Kaos Deglang
2 Comments
  1. her says

    please..jgn pernah nyoba pinjaman online..bunganya persis rentenir..sebaiknya pinjaman online dihilangkan..meski sdh OJK tetep bunganya gila..blm kalau telat mbayar meski baru 1 hari diuber kaya maling ayam..naazubillahmindalik

    1. Borobudur News says

      biasanya kalau telat bayar cara ditagihnya bagaimana kak??

      https://borobudurnews.com/

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: