Kurang Tidur Bisa Berdampak pada Kesehatan, Ini Cara Mengatasinya
- calendar_month Kam, 9 Mei 2024

ilustrasi seseorang sedang tidur (Foto oleh Karolina Grabowska dari pexels.com)
BNews—KESEHATAN— Kurang tidur terjadi ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang memadai secara kualitas. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan dan kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi pada tugas sehari-hari.
Selain itu, kurang tidur juga bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko terkena berbagai masalah kesehatan.
Durasi tidur yang ideal mungkin berbeda-beda bagi setiap individu, tetapi disarankan agar orang dewasa tidur selama minimal delapan jam setiap malam. Nah berikut ini beberapa langkah untuk mengatasi dan mencegah kurang tidur
Menjaga rutinitas tidur
Menjaga kebiasaan tidur yang konsisten dapat membuat perbedaan besar dalam kualitas dan durasi tidur kamu.
Memberikan waktu yang cukup untuk tidur
Mengatur jadwal tidur yang memungkinkan kamu mendapatkan jumlah tidur yang cukup dan sesuai kebutuhan dan usia kamu.
Meminimalkan paparan cahaya terang atau perangkat elektronik sebelum tidur
Cahaya biru memiliki efek yang kuat dalam merangsang otak dan memberi sinyal kepada tubuh bahwa masih siang hari. Hal ini membuat tubuh sulit untuk bersiap tidur, bahkan jika sudah waktunya untuk beristirahat.
Menghindari konsumsi alkohol atau makanan berat sebelum tidur
Sebagai alternatif, jika kamu merasa lapar sebelum tidur, disarankan untuk memilih camilan ringan yang lebih mudah dicerna. Camilan seperti buah-buahan, yogurt rendah lemak, atau segenggam kacang-kacangan dapat menjadi pilihan yang baik.
Melakukan aktivitas fisik secara teratur
Berolahraga secara teratur, bahkan dengan aktivitas ringan seperti berjalan, dapat meningkatkan kualitas tidur kamu.
Menerapkan langkah-langkah ini dapat membantu meningkatkan kualitas tidur kamu dan mengurangi risiko masalah tidur yang serius.
Jika kamu mengalami kekurangan tidur yang disebabkan masalah psikologis seperti gangguan kecemasan, stres, maupun depresi, mungkin saatnya untuk mencari dukungan dan konseling ke psikolog.
Sumber: halodoc
About The Author
- Penulis: BNews 7



Saat ini belum ada komentar