Lahan Untuk Pendirian SLB Negeri Masih Diupayakan Disdikbud Kabupaten Magelang

BNews–MAGELANG– Proses pencarian lahan untuk mendirikan sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Magelang tengah diupayakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat.

Hal tersebut dikarenak di wilayah Kabupaten Magelang belum ada satupun SLB Negeri.

Kepala Disdikbud Kabupaten magelang, Aziz Amin Mujahidin mengatakan, saat ini Kabupaten Magelang hanya punya tiga SLB yang semuanya dikelola oleh pihak swasta. Ketiga sekolah itu diantaranya yakni SLB Rindang Kasih di Secang, SLB Bina Kasih Srumbung, dan SLB Ma’arif Muntilan.

“Saat ini masih proses pencarian lahan semoga cepat terealisasi dan Kabupaten Magelang segera mempunyai SLB negeri,” katanya, Selasa (23/3/2021). dikutip tribun.

Menurut Aziz, pada setiap sekolah negeri dan swasta di Kabupaten Magelang sebenarnya sudah menyediakan kuota khusus. Yakni bagi anak-anak dan teman difabel di setiap tahun ajaran baru.

Kuota itu juga bukan berdasarkan prestasi maupun seleksi, namun memang jalur khusus yang diperuntukkan bagi anak difabel.

Namun demikian, jalur tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sebab, sebagian besar murid dan anak difabel disebut lebih nyaman jika berada di sekolah khusus yang diperuntukkan bagi siswa-siswi difabel seperti SLB.

Dia mengemukakan bahwa, terwujudnya akses pendidikan yang merata merupakan suatu keharusan di Kabupaten Magelang.

Meski saat ini masih belum maksimal, namun pemerintah disebut dia punya fokus dan visi yang tepat dalam mewujudkan akses pendidikan yang merata.

“Saat ini Perda soal disabilitas juga tengah digodok di DPRD. itu nantinya akan menjadi dasar; yakni agar teman-teman difabel dilibatkan dan setara dengan masyarakat lainnya,” imbuhnya.

Dijelaskan Aziz, dalam pendirian SLB negeri di Kabupaten Magelang itu nantinya pihak provinsi akan bertindak sebagai penanggung jawab.

Pemkab Magelang hanya bertugas mencari lahan dan semua kewenangan pengelolaan akan ditangani langsung oleh Provinsi Jawa Tengah.

“Kami hanya ditugasi untuk mencari lahan, nanti kalau sudah berdiri akan berada di bawah pengelolaan Pemprov Jateng,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: