Lapangan Kujon Borobudur Geger Geden, Ratusan Polisi Halau Massa Anarkis
- calendar_month Sel, 15 Agu 2023

Simulasi Pospam Pemilu 2024 di Magelang bentrok massa dengan polisi
BNews-MAGELANG– Lapangan Kujon Borobudur Magelang tiba-tiba mencekam pada Senin pagi kemarin (14/8/2023). Dimana sejumlah massa melakukan aksi anarkis di tengah lapangan.
Usut punya usut, aksi tersebut merupakan bagian simulasi pengamanan wilayah rayonisasi Kedu Raya. Dimana kegiatan itu untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas tahapan Pemilu 2024.
Dalam simulasi tersebut bermula Alat peraga kampanye (APK) yang belum diturunkan pada saat masa tenang Pemilu. Hal itu menjadi pemicu aksi demo masa yang berakhir dengan kerusuhan dan pembakaran mini market
Kemudian masa yang menggeruduk kantor KPU (Red: kantor simulasi), namun dapat dicegah oleh aparat Kepolisian. Dengan mengusung beberapa poster protes, masa menyampaikan ketidakpuasan kepada KPU.
Masa yang beringas kemudian melakukan pembakaran ban dan menyerang aparat. Kemudian diakhiri dengan pembakaran mini market.
Aparat kemudian menghalau masa dan dapat meredakan kemarahan masa serta memadamkan kebakaran mini market. Serta Tim Jibom Polda Jawa Tengah berhasil menjinakan bom yang ditinggal masa yang rusuh.
Direktur Latihan kegiatan simulasi Wakapolresta Magelang selaku AKBP Roman Smaradhana Elhaj menuturkan; simulasi tersebut diikuti oleh 1.392 personel.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Jumlah itu terdiri dari 1.150 personel Polri rayonisasi Kedu Raya, 150 personel Brimob Polda Jateng, dan sisanya berasal dari instansi terkait; seperti TNI, Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan Damkar Kabupaten Magelang.
Adapun Alutsista yang digunakan sebanyak 41 unit kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat. Kemudian, peralatan lain sebanyak 326 unit. Dalam rangkaian latihan sispamkota itu dapat digambarkan melalui situasi hijau atau masih terkendali dan kondusif.
“Tujuan diadakannya simulasi ini guna memberikan gambaran kepada pimpinan terkait kesiapan Polres dan Polresta rayonisasi Kedu Raya; untuk menanggulangi gangguan kamtibmas tahapan Pemilu 2024. Dari hasil simulasi dapat diperoleh pola tindak dan membentuk prosedur operasi standar (SOP) bersama,” jelas AKBP Roman. (*)
About The Author
- Penulis: BNews 2




Saat ini belum ada komentar