Lebih Mematikan Dari Covid-19, DBD di Sleman Capai 324 Kasus

BNews—SLEMAN— Di tengah musibah pandemi covid-19, masyarakat diimbau tidak lengah terhadap potensi penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD). Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mencatat, sudah ada 324 kasus DBD sepanjang bulan Januari hingga pertengahan April.

Kepala Dinkes Kabupaten Sleman Joko Hastaryo memaparkan, kasus paling banyak terjadi di Februari dan Maret. Bulan-bulan tersebut diklaim menjadi periode puncak musim penghujan.

”Masing-masing 109 dan 105 kasus,” papar Joko, kemarin (12/4).

Joko menjelaskan, angka tersebut sedikit mengingkat dibanding laporan Januari yakni 93 kasus. ”Bulan Februari, datanya naik. Tetapi Maret sudah cenderung turun sampai awal April ini,” jelasnya.

Berdasar laporan terakhir yang masuk pertanggal 9 April, terdapat 17 kasus DBD. Namun demikian, hingga saat ini tidak ada laporan pasien yang meninggal.

Sedang penyakit DBD, biasanya mengalami tren kenaikan di bulan Februari dan mencapai puncak pada April. Setelah itu, turun landai.

”Tapi itu epidemiologis. Kadang-kadang meleset atau tidak persis teori,” kata dia.

Ungkap Joko, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kasus DBD di Sleman paling tinggi terjadi pada tahun 2016 dengan jumlah mencapai 880 kasus dengan sembilan orang meninggal. Dalam DBD dikenal istilah siklus empat tahunan, yakni peningkatan jumlah kasus secara signifikan setiap periode empat tahun sekali.

”Diperkirakan siklus empat tahunan terjadi pada tahun 2020. Tetapi sudah meningkat di akhir tahun 2019 kemarin,” ungkapnya.

Untuk sebaran kasus, masih sama seperti tren tahun sebelumnya yakni di Kecamatan Prambanan, Depok, Ngaglik, Mlati, dan Gamping. Sementara itu, tingginya angka kasus di wilayah tersebut dapat dipengaruhi beberapa factor.

”Antara lain kepadatan penduduk dan banyaknya rumah yang tidak dihuni sehingga berpotensi memunculkan tempat sarang nyamuk,” pungkas Joko. (han)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: