Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » MTCC Unimma Gelar Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah dengan Topik Ubi Jalar

MTCC Unimma Gelar Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah dengan Topik Ubi Jalar

  • calendar_month Ming, 6 Feb 2022

BNews—MAGELANG— Ubi jalar dinilai memiliki potensi pengolahan dengan inovasi teknologi sekitar 13 jenis produk turunan. Dilain sisi, permintaan ubi jalar di pasar mancanegara ternyata sangat menggiurkan.

Hal itu disampaikan Ketua Muhammadiyah Tobacco Control Centre (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) Retno Rusdjijati. Di sela-sela pelaksanaan Sekolah Tani mandiri Muhammadiyah di SMK Muhammadiyah 2 Magelang, Jumat (4/2/2022).

Menurutnya, umbi bisa diolah menjadi pasta macaroni, dibuat menjadi tepung yang menjadi bahan dasar pembuatan snackbar, bihun, kue basah, kue kering, mie dan roti.

”Daunnya dapat dibuat sayur dan pakan ternak. Selain itu, ubi jalar memiliki kandungan serat dan tidak berlemak, sangat cocok untuk masyarakat yang sedang proses menurunkan berat badan,” ujar Retno.

Dia menyebut, Kementerian Pertanian telah melakukan intervensi perluasan tanaman ubi jalar seperti tahun 2021. Yakni dilakukan pengembangan ubi jalar seluas 2.000 hektare di 5 Provinsi antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua dan Papua Barat.

”Baik budidaya maupun pengembangan aspek hilirisasinya untuk membangkitkan pangan lokal Indonesia,” ujarnya.

Pertama, dengan pendekatan baik demand side atau market driven. Kedua dengan menjadikan konsumsi pangan lokal sebagai lifestyle. Ketiga mengatur relugasi tentang konsumsi pangan lokal.

Keempat dengan melakukan branding, selanjutnya dapat melakukan promosi baik dengan media online, media sosial atau media cetak. Upaya intensifikasi dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi ubi jalar adalah melalui intensifikasi diharapkan bisa mengatasi kendala budidaya ubi jalar.

”Banyaknya masalah yang dihadapi dalam penyiapan SDM pertanian di Indonesia senantiasa menjadi perhatian MTCC Unimma,” imbuh Retno.

Itulah alasan MTCC Unimma memilih topik ubi jalar pada Sekolah Tani mandiri Muhammadiyah pertemuan keempat ini. Kata Retno, kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta dengan pemateri dari Forum Petani MultiKultur Indonesia (FPMI) Istanto selaku petani ubi jalar. (*)

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less