Magelang Tancap Gas Digitalisasi! Layanan Publik Bakal Serba Cepat dan Online
- calendar_month Sen, 8 Des 2025

Layanan Publik Magelang Berubah Total? Ini Rencana Besar Digitalisasi 2025 hingga 2030
BNEWS—MAGELANG— Pemerintah Kabupaten Magelang terus mempercepat transformasi digital melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan tata kelola digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Diskusi Panel Peningkatan Kualitas SPBE dan Tata Kelola Digital untuk Mewujudkan Pelayanan Publik Unggul yang; digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Magelang, Senin (8/12). Dan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Magelang bersama Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Komunikasi Digital Yogyakarta.
Wakil Bupati Magelang, Sahid, yang mewakili Bupati Magelang, menegaskan bahwa penerapan SPBE bukan sekadar inovasi administratif, melainkan kebutuhan strategis dalam tata kelola pemerintahan modern.
“Teknologi informasi hari ini bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mendasar bagi birokrasi agar mampu bekerja lebih cepat, transparan, dan efisien,” ujar Sahid.
Ia menambahkan digitalisasi pemerintahan harus dijalankan secara konsisten agar berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas layanan publik.
Kebijakan transformasi digital di Kabupaten Magelang berpedoman pada visi pembangunan jangka menengah daerah; “Magelang Anyar Gress” yang menekankan inovasi, kolaborasi, dan digitalisasi.
“Seluruh langkah digitalisasi diarahkan agar masyarakat memperoleh pelayanan publik yang benar-benar mudah, cepat, dan dapat diakses kapan saja,” jelasnya.
CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)
Pemerintah Kabupaten Magelang menyebut tujuh program prioritas Sapta Cipta sebagai instrumen utama percepatan transformasi; mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga penguatan layanan birokrasi digital.
Berdasarkan evaluasi, indeks SPBE Kabupaten Magelang tahun 2024 mencapai skor 3,92 dan masuk kategori “sangat baik”.
Seiring dengan perluasan layanan digital, isu keamanan data publik menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Magelang. Kesiapan regulasi dan sistem pertahanan siber dinilai menjadi kebutuhan mendesak.
“Keamanan data publik harus menjadi prioritas. Kita tidak hanya memperluas layanan digital, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap keamanan informasi masyarakat,” ungkap Sahid.
Selain itu, Pemkab Magelang merancang percepatan layanan berbasis digital melalui konsep Pelayanan Administratif Nonstop 7 Hari untuk memperluas akses layanan masyarakat di seluruh wilayah. Komitmen seluruh jajaran birokrasi disebut sebagai kunci terwujudnya visi digital Kabupaten Magelang periode 2025–2030.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta, R. M. Agung Harimurti, menekankan bahwa digitalisasi pemerintahan hanya akan berhasil jika dilakukan secara komprehensif melalui perubahan proses kerja dan budaya organisasi.
“Transformasi digital bukan hanya memindahkan layanan ke aplikasi. Ini adalah perubahan cara kerja, proses bisnis, hingga model pelayanan yang harus disesuaikan dengan pola kerja digital,” kata Agung.
Ia menyebutkan tiga komponen utama transformasi digital, yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia, model bisnis adaptif, dan pemanfaatan teknologi tepat guna.
Agung juga mendorong penerapan kebijakan strategis seperti penetapan wali data, konsolidasi data nasional, percepatan penggunaan aplikasi umum, serta pengembangan government super apps.
“Kita harus menuju sistem terpadu yang mendukung smart city, bukan hanya digitalisasi dokumen,” ujarnya.
Melalui forum diskusi tersebut, pemerintah daerah berharap dapat memperoleh rekomendasi strategis untuk percepatan SPBE jangka pendek hingga perumusan kebijakan digital jangka panjang yang menyentuh langsung aspek pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan digital. (bsn)
About The Author
- Penulis: BNews 2



Saat ini belum ada komentar