Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Mahasiswa Magelang yang Meninggal di RST Dinyatakan Positif Corona

Mahasiswa Magelang yang Meninggal di RST Dinyatakan Positif Corona

  • calendar_month Kam, 26 Mar 2020

BNews—MAGELANG— Seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Virus Corona (Covid-19) yang meninggal di RST dr Soedjono Kota Magelang pada Sabtu (21/3/2020) lalu dinyatakan positif. Hasil laboratorium menunjukkan pria berusia 22 tahun itu terpapar Corona.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala RST Dr Soedjono Kolonel Ckm Dr Ahmad Rusli Budiansyah  kepada Borobudur News, siang ini (26/3/2020). “Hasil pasien meninggal tersebut keluar pada hari Rabu (25/03/2020) dan dinyatakan positif,” kata dia.

Menurutnya, sebelum meninggal, status pasien tersebut adalah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19. Kemudian sesuai prosedur pihaknya melakukan swab. Juga meneliti riwayat kontak dengan seseorang bukan warga asing.

Dia menjelaskan, pasien masuk ke ruang isolasi pada hari Jumat (20/03/2020) dan meninggal pada hari Sabtu (21/03/2020). Sebelumnya pasien sudah dirawat di bangsal biasa selama tiga hari dengan riwayat penurunan kesadaran.

”Selain itu juga ada infeksi paru-paru dan radang otak, saat meninggal memang hasil belum  keluar namun kami prediksi akan positif sehingga ketika meninggal kami perlakukan sebagai pasien positif termasuk saat pemakamannya,” jelasnya.

Pihak rumah sakit, kata dia juga telah menerapkan prosedur pemakaman kepada jenazah. Mulai tata cara menguburkan hingga pelindungnya.

Sebelumnya diberitakan seorang mahasiswa meninggal dunia di RST dr Soedjono Kota Magelang. Mahasiswa asal Kota Magelang itu menjadi kasus pertama pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia di Magelang.

Pihaknya sudah melakukan tracking ke sejumlah orang yang pernah kontak dengan pasien tersebut. Diharapkan pula orang orang yang pernah berhubungan dengan pasien bisa segera melaporkan diri jika mengalami keluhan sakit. (cr1/wan)

About The Author

  • Penulis: BNews 3

Komentar (9)

  • Damar

    Setau saya yg meninggal krn kasus corona adalah mahasiswa UNTIDAR

    Balas28 Maret 2020 06:41
  • Aris

    Di perjelas dong tes lab di jogja apa hasil nya soalnya di RST setatus baru PDP bukan positif biar masyarakat tidak bertanya tanya

    Balas27 Maret 2020 22:08
  • Runi

    Mohon maaf ini hoax atau tidak ya ? Karena setau saya kemarin yang mahasiswa untid dimakamkan seperti biasa tidak seperti pasien pdp corona ,kalau memang bukan yang mahasiswa tolong judulnya diganti ,terimakasih

    Balas27 Maret 2020 14:19
    • BNews 4

      Tidak… keterangan sesuai nara sumber RST dan Pemkot. Jika ada pihak lain yang lebih dipercaya dari dua lembaga itu silahkan kak. Namun di web resmi https://corona.jatengprov.go.id/ milik Pemprov Jateng juga sudah diupdate yang meninggal di RST positif.

      Balas27 Maret 2020 15:08
  • Aldi setiadi

    Mohon maaf Ini benar apa hoax ya beritannya??

    Balas26 Maret 2020 22:20
    • BNews 4

      Tidak… keterangan sesuai nara sumber RST dan Pemkot. Jika ada pihak lain yang lebih dipercaya dari dua lembaga itu silahkan kak. Namun di web resmi https://corona.jatengprov.go.id/ milik Pemprov Jateng juga sudah diupdate yang meninggal di RST positif.

      Balas27 Maret 2020 15:10
  • Eno

    Informasi tentang identitas korban yang meninggal positip corona di RST Soedjono juga sebaiknya transparant saja, supaya tracking daerah asal dan siapa saja yang pernah kontak bisa segera ditelusuri dengan cepat. Dan masyarakat Magelang lainnya bisa tetap waspada.

    Balas26 Maret 2020 19:41
  • Putra

    Agar diinfokan ke rt rw setempat, karna akan membantu sekali sebagai tindakan prefentif untuk terjaminya kesehatan di wilayah tempat amarhum tinggal,

    Dan tolong pada satgas kota magelang segera menindak lanjutkan info tersebut agar dapat berkoordinasi dengan dinkes setempat soal tindakan selanjautnya untuk dilakukan pemantauan kepada warga sekitar

    Langkah nyata harus dibuktikan oleh pemerintah setempat , Orang2 yang berinteraksi dengan keluarga korban agar dilakukan pengujian positif atau tidak ,sehingga keterbukaan data dan informasi dari keluarga korban terbuka, demi keamanan warga setempat, karena orang2 stempat beresiko tertular dan nantinya malah membahayakan warga setempat.

    Mohon di tindak lanjuti saran tersebut agar cepat terrealisasi ,segera.

    Balas26 Maret 2020 18:02
  • Syamsudin

    Semoga tidak menyebar ke mana2.. Para tim medis semoga slalu diberi kesehatan.
    Masyarakat sudah pada resah.
    Untuk semua warga mgl untuk mematuhi aturan pmrintah, jgn sok tau/ngeyelan.

    Balas26 Maret 2020 17:13

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less