149 Orang Diamankan Polres Magelang Kota Usai Kericuhan, Ini Proses Berikutnya

BNews—MAGELANG—Aksi demo penolakan UU Cipta Kerja di depan Artos Mall Magelang, Jumat (9/10/2020) berakhir ricuh. Ratusan orang pun diamankan oleh jajaran Polres Magelang Kota.

Kapolres Magelang Kota, AKBP Nugroho Ari Setyawan mengatakan pihaknya mengamankan 149 orang. ”Dalam demo ini, kita kepolisian fokusnya agar bagaimana ini tidak ada aksi anarkis. Jadi kami mengamankan. Sementara proses pembuktian pidana itu level dua, yang membutuhkan kapasitas dan komposisi yang lebih,” kata dia kepada awak media, hari ini (10/10/2020).

Dia menyebut, pihaknya melakukan penindakan dalam rangka pencegahan. Dengan hal itu, kepolisian mengamankan ratusan peserta demo yang sebagian besar adalah remaja tersebut.

”Ini sebagai pencegahan agar tidak terjadi aksi anarkis yang berkelanjutan,” imbuh dia.

Saat pengamanan tersebut, kata Nugroho, ada sejumlah remaja  yang membawa batu di tasnya, ada pula yang membawa senjata tajam seperti parang. Lantas, pihak polisi melakukan pendataan dan mendatangkan orang tua atau wali mereka.

”Karena mereka ini anak-anak, pelajar SMP dan SMA. Saya tanya secara beberapa, mereka digerakkan dengan tagar STM Bergerak secara nasional. Dengan tagar itu, dalam setiap event demo di seluruh Indonesia. Artinya apa? Ini adalah kewaspadaan untuk kita semua,” jelas dia.

Sementara asal para remaja yang diamankan tersebut, Nugroho mengaku bahwa mereka ada beberapa yang berasal dari luar wilayah Kota Magelang. ”Kebanyakan yang saya deteksi itu dari Kabupaten (Magelang),” paparnya.

Loading...
Download Aplikasi Borobudur News (Klik Disini)

Para remaja yang diamankan tersebut, lanjut Nugroho, mereka kemudian dipulangkan dan tidak ada yang ditahan. ”Mereka juga sempat di lakukan rapid test oleh Dinas Kesehatan namun ada beberapa yang tidak, karena sudah ada yang dijemput orang tuanya lebih dulu. Mungkin akan rapid setelah itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, tekait informasi adanya aksi demonstrasi  penolakan UU Cipta Kerja yang akan dilaksanakan pada Selasa (13/10/2020) mendatang, Nugroho mengimbau agar tetap melihat situasi dan kondisi yang ada.

”Niat untuk menyampaikan aspirasi itu harus kita hargai. Akan tetapi kita harus melihat situasi. Ada kelompok-kelompok yang ingin menunggangi aksi-aksi demo contohnya kelompok anarkis ini,” tandas dia.

Tambah Nugroho, pihaknya mengimbau kepada penyelenggara demontrasi untuk semaksimal mungkin melaksanakan orasi tidak dengan mengumpulkan massa. Sebab dengan pengumpulan massa, membuat susah untuk mendeteksi kelompok-kelompok anarko tersebut.

”Tidak mengumpulkan massa apalagi dengan sengaja  mengimbau banyak orang untuk datang di satu tempat. Nah itu akan menjadi trigger kelompok anarkis ini untuk mendatangi/menumpangi kegiatan ini,” pungkasnya. (mta)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: