Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » MANTAP…SDN Menayu 1 Muntilan Menuju Sekolah Adiwiyata Propinsi

MANTAP…SDN Menayu 1 Muntilan Menuju Sekolah Adiwiyata Propinsi

  • calendar_month Sen, 7 Feb 2022


BNews—MUNTILAN—
SDN Menayu 1 Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang Jawa Tengah menerapkan program sekolah Adiwiyata sebagai wujud kepedulian lingkungan. Penerapannya dimasukkan dalam program pembelajaran setiap harinya.


Adiwiyata atau Green School adalah salah satu program kementerian negara lingkungan hidup. Tujuannya untuk mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam pelestarian lingkungan hidup.


“Kita menerapkan program ini diseluruh kelas mulai kelas satu sampai enam,” kata salah satu Guru SDN 1 Menayu Suharyani,S.Pd.SD, kepada borobudurnews.com.

Dia mengatakan program adiwiyata berfungsi melibatkan pelajar dalam segala aktivitas persekolahan. Demi menuju lingkungan yang sehat serta mampu menghindari dampak lingkungan yang negatif.

“Tujuan sekolah Adiwiyata untuk mewujudkan masyarakat sekolah yang peduli dan juga berbudaya di lingkungan dengan menciptakan kondisi yang lebih baik bagi sekolah untuk menjadi wadah pembelajaran dan juga penyadaran segenap warga sekolah baik murid, guru, orang tua/wali murid, dan masyarakat demi terciptanya upaya pelestarian lingkungan hidup,” kata dia.

Selain menerapkan pembelajaran juga diprogramkan 5R yang dilaksanakan di sekolah. Yaitu Reduce (mengurangi) adalah kegiatan mengurangipemakaian produk suatu barang yang dapat mengurangi produksi sampah.

“Contoh anak jajan menggunakan mangkok dan gelas sendiri dari rumah yang akan mengurangi penggunaan sampah plastik,” kata dia.


Lalu, kedua, Reuse (penggunaan kembali) adalah kegiatanmenggunakan kembali bahan yang masih layak pakai. Contohnya anak-anak selalu menggunakan botol bekas untuk botol minum sebagai bekal.


R ketiga, kata dia, Recycle (mendaur ulang) adalah kegiatan mengolah kembali. “Contohnya guru menugaskan ke siswa untukmembuat kerajinan tudung saji dari minuman gelas bekas. Hal ini akan merangsang peningkatan kreatifitas anak,” kata dia.


Kemudian, Replace (penggantian) adalah kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang yang ramah lingkungan dan dapat digunakan kembali. Contohnya menghindari penggunaan tisu dan mengubah dengan sapu tangan maupun serbet di sekolahan.


Terakhir, kata dia adalah Replant (penanaman kembali) adalah kegiatan reboisasi. “Contohnya di pekarangan taman sekolah mulai dibuat apotik hidup dan juga warung hidup ditanam kebun sekolah,” katanya.


Pembiasaan 5R yang dilaksanakan di SD N Menayu 1 selalu dipantau oleh guru kelasnya masing-masing dan selalu diberi penguatan serta apresiasi yang mendalam. Tujuannya meningkatkan semangat anak membiasakan 5R baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah dan masyarakat.


Manfaat program Adiwiyata diharapkan kedepan adalah untuk memberikan manfaat lebih kepada lingkungan.

Selain itu, manfaat lain program ini adalah yang pertama mengubah perilaku warga sekolah untuk melakukan budaya pelestarian lingkungan.


Kedua, meningkatkan penghematan sumber dana melalui pengurangan sumber daya dan energi.


Ketiga, dapat menghindari sejumlah resiko dampak lingkungan yang terdapat di wilayah sekolah. Keempat, meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan kegiatan operasional sekolah. Kelima, menciptakan kondisi kebersamaan bagi semua warga sekolah.

TELADAN : Murid SDN 1 Menayu sedang menanam aneka tumbuhan di pekarangan sekolah. (foto : istimewa)


Keenam, menjadikan tempat pembelajaran bagi generasi mudatentang pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang baik dan juga benar.

Terakhir, meningkatkan kondisi belajar mengajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi segenap seluruh warga sekolah. (ist/her)

About The Author

  • Penulis: Joe Joe

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less