Masterplan Smart City Masih Digodok Pemkab Magelang

BNews—MUNGKID—Masterplan program Smart City terus digodok oleh Pemkab Magelang. Rapat dan Tim Pelaksana Smart City Kabupaten Magelang tahun 2019 digelar di Ruang Bina Karya Komplek Setda Kabupaten Magelang (29/10).

Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang Adi Waryanto saat memimpin rapat tersebut menerima

Advertisements


laporan dan memantau pelaksanaan Smart City Kabupaten Magelang agar sesuai dengan Masterplan yang sudah disusun. “Program Smart City diharap mendapatkan perhatian yang sangat serius guna terwujud di Kabupaten Magelang,” katanya.


Penyusunan Masterplan Smart City yang telah dilakukan diharapkan akan selaras dan nantinya menjadi panduan bagi jajaran SKPD di Pemkab Magelang.”Nanti panduan tersebut akan menjadi pedoman mengambil langkah-langkah yang sifatnya operasional secara bersama,” imbuhnya.

Adi juga menyampaikan dalam mengolah Smart City diperlukan pembagian tugas maupun tata kelola dan sumber daya yang memadai. “Dalam organisasi Smart City ini telah dibentuk juga Dewan Smart City dan Tim Pelaksana Smart City yang diharapkan bertugas sesuai dengan porsi dan proporsional,” ungkapnya.

“Suatu program kegiatan tidak akan berhasil tanpa pengorganisasian yang serius dan baik,”tegasnya.

“Saya berharap semua SKPD di Pemkab Magelang menyiapkan Quick Win atau program unggulan sesuai tupoksinya. Kendala-kendala yang ada juga harus dilaporkan dan segera diselesaikan dengan cepat dan matang,” tandasnya.

DOWNLOAD APLIKSI BOROBUDUR NEWS UNTUK HANDPHONE KALIAN

Sementara Plt Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magelang Sugiyono memaparkan hasil evaluasi Smart City tahap 1 di Banyuwangi pada 18-20 Juni 2019. “Pemerintah Kabupaten Magelang diharapkan benar-benar bisa meningkatkan benefit atau keuntungan update data pada aplikasi yang dikembangkan,” paparnya.

Pemerintah Kabupaten atau Kota diharapkan jangan terlalu banyak membuat aplikasi, tetapi buatlah fungsinya yang banyak. “Satu aplikasi untuk bersama agar lebih efisien,” ujarnya.

Berkaitan dengan UKM yang sulit berkembang, Sugiyono, menuturkan masalah sebenarnya tidak pada promosi atau penyediaan marketplace baru. “Namun terdapat aspek lain seperti modal yang cukup, kemampuan manajemen, ketersediaan bahan baku dan sebagainya juga pengaruh,” tuturnya.

Kedepan Dinas terkait agar melakukan pembinaan produksi sehingga membangun kualitas UKM kita menjadi siap, konsisten dan mempunyai produk yang bermutu. “Kedepan Kabupaten Magelang juga bisa menerapkan model pelatihan yang menerapkan unsur elektronik dan konvensional,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: