Maraknya Covid-19 yang Meningkat & PPKM, Kopi Mesra Memilih Tutup
- calendar_month Jum, 20 Mei 2022

Usaha Kopi Mesra
BNews–JOGJA–Kopi adalah minuman yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Sehingga kehadiran warung kopi atau (warkop) menjadi daya tarik masyarakat untuk sekedar menikmati kopi dan bersantai.
Bahkan saat ini warkop juga menjadi tempat favorit mahasiswa untuk nongkrong, maka tidak heran jika saat ini warkop banyak dikunjunngi oleh konsumen dari kalangan mahasiswa.
Maraknya covid-19 pelaku usaha sektor UMKM, khususnya sektor Kopi Mesra ini memilih menutup usaha bisnisnya karena merasakan dampak berat terkena pandemi Covid-19. Saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang di berlakukan oleh pemerintah; sektor Kopi Mesra sangat terdampak.
Hal itu setelah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat karena warga harus menghindari kerumunan, semua harus take away.
Semua terdampak mulai dari distribusi supply and demand terhambat, baik penjualan biji kopi maupun pemasaran kopi melalui penggunaan media cangkir.
Dampak lain yang dihadapi oleh Kopi Mesra dan memilih tutup yaitu penurunan omset yang drastis. Dimana pengeluaran sangat besar sedangkan pemasukan kurang sampai pemilik kopi mesra ini kehabisan modal.
Proses penurunan kinerja yang terjadi pada masa pandemi, dengan adanya kebijakan-kebijakan baru dan perubahan perilaku konsumen yang berusaha mematuhi protokol kesehatan; yaitu salah satunya adalah menghindari kerumuman.
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)
Hal ini merubah poin penilaian konsumen terhadap warung kopi mesra dikarenakan warung kopi merupakan tempat untuk berkumpul masyarakat sembari menikmati kopi.
Pasalnya bertentangan dengan peraturan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk menghindari kerumunan guna menekan penyebaran Covid-19. Perubahan gaya hidup ini yang memberikan dampak negatif kepada pelaku industri kedai kopi yang merasakan turunnya pendapatan karena efek pandemi COVID-19.
Penyebab terjadinya penutupan kopi mesra yaitu antara lain banyaknya pelanggan dari kopi mesra ini dari mahasiswa; pandemi ini membuat kebanyakan mahasiswa perantauan pulang kampung karena sistem pembelajaran yang dilakukan secara daring (online).
Tentunya hal itu yang membuat kopi mesra kehilangan konsumenya yang mayoritas adalah mahasiswa.
Akhirnya pemilik kopi mesra memutuskan menutup usaha tersebut karena penurunan omset yang drastis; yang dimana pengeluaran sangat besar sedangkan pemasukan kurang sampai pemilik kopi mesra ini kehabisan modal.
Kemudian dilihat dari fasilitas kopi mesra juga masih banyak kekurangan yang dimana pelanggan tidak merasakan kepuasan saat menikmati minuman; dan makanan di kopi mesra tersebut dikarenakan tempat yang kurang strategis; cenderung membuat suasana jadi bosan, ini akan membuat konsumen memilih warkop yang lainya.
Solusi untuk pemilik kopi mesra agar bisnisnya mampu bangkit adalah dengan mengindentifikasi apa yang menjadi penyebab kegagalan; dalam hal ini karena penyebab utamanya adalah faktor eksternal yaitu pandemi Covid-19 maka pemilik kopi mesra tersebut harus mampu beradaptasi. Yakni dengan keadaan, tidak ragu untuk berinovasi, serta tetap optimis dan berpikir positif.
Penulis : Hidiya, Erdin, Yulita, Maria, Hanaf, Arif, Nasrul dan Kurniawan (Univ. Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)
About The Author
- Penulis: BNews 2





Saat ini belum ada komentar