Melongok Perajin Pisau di Pakis Magelang: Berkah Idul Adha, Banjir Orderan Hingga Papua

BNews—PAKIS— Kurang dari sepekan Hari Raya Idul Adha 1441H Tahun 2020, perajin pisau di Kabupaten Magelang banjir orderan. Salah satu perajin pisau adalah Sumardi, 63.

Warga Dusun Sanggrahan, Desa Rejosari, Kecamatan Pakis ini mengakui saban tahun, utamanya mendekat Idul Adha selalu banjir pesanan. Tidak hanya dari dalam kota. Namun ada banyak dari luar daerah seperti Sumatera, Kalimantan hingga Papua.

”Pesanan merata dari berbagai daerah di Jawa dan luar Jawa,” ungkap Sumardi, Sabtu (25/7).

Kakek tiga cucu ini menjelaskan, selain dalam kota, dirinya juga banyak menerima pesanan dari luar kota. Namun masih dilingkup Jawa Tengah.

”Ada dari Boyolali, Salatiga, Solo, Wonosobo, Semarang, Pati, Juwana, Jogjakarta, Sragen, Karanganyar, Tuntang. Banjarnegara,” kata dia.

Para pemesan dari daerah tersebut tersebut memesan sebulan sebelum lebaran tiba. Setidaknya, ia menerima 120 jenis pisau daging dan 100 pisau ’kelet’.

”Alhamdulillah. Sampai nggak nyampai karena terlalu banyak pesanan. Pesanannya ratusan, sekitar 120-an biji pisau. Kalau kelet dan lain-lain hingga 100 buah. Pisau untuk pembelehan saja 125 buah,” ungkap dia mengaku kewalahan.

Loading...

Sumardi menjelaskan, bahan material pemuatan pisau menggunakan besi dan baja putih. Sementara rata-rata pisau yang dibuat kurang lebih memiliki ukuran panjang 43 sentimeter. Pembentukan bahan mentah menjadi pisau yakni dengan ditempa (dipukul) berulang-ulang setelah dipanaskan dengan bara.

”Lama pembuatan satu pisau itu, kurang lebih satu minggu,” jelasnya.

Untuk harga, ia patok berfariatif terganting bahan baku yang dipakai. Mulai dari Rp500 ribu – Rp1,3 juta. Sementara untuk satu set pisau daging, kampak, kelet dipatok Rp1,9 juta – Rp2,5 juta. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: