Membludaknya Wisatawan di Telomoyo, ini Kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magelang

BNews—NGABLAK— Pascamembeludaknya kunjungan wisatawan di Gunung Telomoyo, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso angkat bicara. Pihaknya langsung berkomunikasi dengan pihak pengelola destinasi wisata tersebut, termasuk mengingatkan kembali terkait penerapan pembatasan kunjungan secara ketat.

Video suasana riuh ramai pengunjung yang mengabaikan protokol kesehatan itu juga diunggah Borobudur News via instagram. Iwan mengaku telah mengetahui soal pengunjung yang membludak itu dari media sosial.

”Kita sudah mengingatkan kepada pengelola dalam membuka wajib memperhatikan ketentuan yang ada dan membatasi jumlah pengunjung,” tegas Iwan Minggu (19/7).

”Kemudian yang kedua menerapkan tujuh prinsip dasar. Mulai dari pengukur suhu, mencuci tangan, disinfeksi, menggunakan hand sanitizer, tak boleh berkerumun, menjaga jarak satu meter dan disiplin protokol kesehatan. Sudah kami sampaikan kepada pengelola,” sambungnya.

Iwan mengklaim, peristiwa tersebut baru sekali terjadi. Sebab, ini adalah hari Minggu atau weekend pertema sejak dibuka tanggal 11 Juli 2020.  Antusiasme masyarakat pun sangat tinggi, sampai menyebabkan pengunjung obyek wisata itu membludak.

”Kami sudah hubungi pengelolanya dan meminta agar diantisipasi hal seperti itu tak boleh terulang. Ini memang baru sekali ini dan mungkin karena weekend pertama sejak dibuka sehingga sangat ramai. Kemarin sudah dilakukan simulasi, kami harap dapat diterapkan disiplin oleh pengelola,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Bupati Magelang sebagai ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengizinkan suatu kegiatan atau usaha. Tetapi harus dengan mematuhi tujuh prinsip dasar kenormalan baru dan protokol kesehatan. Termasuk pengelola wisata Telomoyo, pihaknya sudah mengingatkan untuk membatasi jumlah pengunjung, disinfeksi secara berkala.

”Kami sudah mengingatkan ke pengelola, mereka harus membuka itu secara bertahap dengan kapasitas maksimal 50 persen dari kapasitasnya,” jelasnya.

Baca juga: Ambyar Ribuan Wisatawan Tumplek Blek di Gunung Telomoyo

”Enam hari saja buka, supaya yang sehari untuk keselamatan pengelola, pekerja, karena mereka butuh istirahat. Waktu sehari itu juga untuk membersihkan secara menyeluruh. Sehari untuk mencegah penyebaran dan disinfeksi secara menyeluruh,” imbuh dia.

Iwan mewanti-wanti agar kejadian tersebut tidak terulang kembali. Karena jika terjadi kerumunan kembali, kegiatan bisa saja diberhentikan. Mereka harus disiplin demi mencegah penyebaran covid-19.

”Kalau berulang kembali bisa dihentikan kegiatannya. Semua harus disiplin. Kami lebih menekankan pembinaan, supaya hal itu tak terulang lagi. Mereka menyatakan sudah sanggup untuk melaksanakan tujuh prinsip dasar. Mereka juga akan menghentikan dulu. Membatasi dulu yang naik. Pengunjung yang di bawah tak boleh naik. Sebelum pengunjung di atas turun, pengunjung bawah tak boleh naik. Yang tadi kerumunan, juga diminta turun,” pungkasnya.

Sebagai tambahan, pascamembeludaknya wisatawan di Gunung Telomoyo, destinasi wisata tersebut untuk sementara ditutup untuk umum. Pengelola sedang mencari jalan dan evaluasi termasuk akan melakukan reservasi online sesuai yang disarankan. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: