Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » Mengenal Clean Eating, Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi

Mengenal Clean Eating, Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi

  • calendar_month Sel, 1 Agu 2023

BNews—KESEHATAN— Pola makan clean eating atau makan “bersih” pada prinsipnya berarti memilih makanan utuh yang tidak banyak diproses serta minim penggunaan bahan kimia dan pengawet. Artinya, penerapan pola makan ini berfokus pada konsumsi makanan yang masih segar.

Banyak orang yang menjalani clean eating karena manfaat kesehatan yang diperoleh. Karena belum diolah secara berlebihan, makanan utuh dianggap masih memiliki kandungan gizi yang lebih banyak. Dibandingkan makanan olahan yang mengandung lemak, gula, garam, pengawet, dan pewarna tambahan.

Berikut ini adalah panduan menjalani pola makan clean eating yang tepat beserta contoh menunya:

1. Pilih sumber karbohidrat yang padat nutrisi

Pada prinsip clean eating, sebisa mungkin hindarilah asupan makanan karbohidrat olahan, seperti roti tawar dan kue kering. Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi sumber karbohidrat yang padat nutrisi.

Contoh makanan ini adalah nasi merah, pasta atau roti gandum utuh. Selain itu, Anda juga bisa memilih biji-bijian utuh lain, seperti oatmeal dan barley.

2. Konsumsi banyak buah dan sayuran

Buah-buahan dan sayuran segar tidak boleh terlewatkan dalam menu makan clean eating. Idealnya, konsumsilah minimal lima porsi buah dan sayur setiap hari, misalnya apel, jeruk, semangka, mangga, pisang, alpukat, kiwi, brokoli, kangkung, kembang kol, atau selada.

Pada pola makan clean eating, Anda disarankan konsumsi buah dan sayur langsung tanpa mengolahnya menjadi jus.

3. Pilih sumber protein rendah lemak

Bagi Anda yang sedang menjalani clean eating, penting untuk memperhatikan pemilihan asupan protein rendah lemak, seperti dada ayam, daging sapi bagian has dalam, dan ikan sarden. Pastikan pula asupan protein diperoleh dari sumber yang terpercaya, misalnya dari peternakan organik.

4. Perhatikan asupan garam dan gula tambahan

Pada prinsip clean eating, pelakunya mengurangi makanan tinggi garam dan gula, seperti keripik, kue, biskuit, sosis, dan makanan siap saji. Ganti camilan olahan dengan makanan utuh, contohnya sayuran, buah-buahan, dan kacang-kacangan.

Bila ingin mengonsumsi makanan kemasan, perhatikan kadar pemanis dan garam tambahan pada label yang tertera.

5. Hindari bahan buatan pada produk makanan

Menerapkan pola makan clean eating pada dasarnya harus berfokus pada bahan-bahan yang digunakan dalam makanan. Sebisa mungkin, pilihlah produk makanan yang tidak mengandung pewarna buatan, pemanis, pengawet, bahan kimia, dan bahan sintetis lainnya.

6. Konsumsi air putih yang cukup

Konsumsi minuman manis, soda, atau jus yang mengandung banyak gula juga termasuk hal yang perlu dihindari dalam pola makan clean eating. Pilihan minuman yang paling tepat untuk menghidrasi tubuh adalah air putih, infused water, atau teh herbal tanpa pemanis tambahan.

Itulah beberapa hal penting yang perlu diterapkan dalam pola makan clean eating. Namun perlu diingat, ketika pembatasan makanan terlalu ekstrem, clean eating justru bisa meningkatkan risiko terkena masalah kesehatan fisik maupun mental, seperti depresi, gangguan siklus menstruasi, bahkan gangguan makan yang cukup serius, misalnya anoreksia nervosa.

Menerapkan pola makan clean eating tentu boleh saja. Namun, pastikan Anda melakukannya dalam batas normal dan tidak dipaksakan. Bila perlu, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menjalani clean eating, apalagi bila Anda menderita penyakit tertentu yang perlu memperhatikan pola makan. (*)

Sumber: alodokter.com

About The Author

  • Penulis: BNews 7

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less