Mengenal Sosok Aziz, Berdakwah Asik Lewat Nikmatnya Kopi Di Lereng Sumbing

BNews–MAGELANG– Mengenal sosok seseorang bernama lengkap M abdul Aziz, yang biasa dipanggil mas Aziz. Ia merupakan Pemuda asal desa Kaliangkrik Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang yang baru berusia 39 tahun.

Lulusan pesantren A.P.I Tegalrejo magelang ini aktif menjalankan perannya dalam bidang keagamaan di desanya dari mengajar mengaji sampai dalam pengurusan jenazah. Aktivitas sehari-harinya adalah guru aliyah di kota magelang.

Yang membuat ini menarik adalah ketika dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaanya sebagai guru. Dan memutuskan untuk mengabdikan dirinya sepenuhnya waktu yang dimiliki kepada masyarakat, sekaligus menciptakan metode baru dalam berdakwah,dengan sasaran kaum muda yang ada di desanya melalui kopi.

Untuk menggali lebih dalam, saya datang ke kedai kopinya yang terletak di halaman rumahnya. Tepatnya berlokasi di belakang Pasar Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Kedai masih dalam keadaan tutup karena saya datang siang terik. Tapi saya bersyukur beliau ada di rumah dan menyambut saya dengan hangat.

Mboten nopo-nopo mbak Nida, monggo pinarak kita ngbrol bareng ya,” kata Aziz.

Obrolan saya mulai dengan menanyakan kabar keluarga dan basa-basi sedikit dengan anak-anak dan istrinya yang juga menyambut kami dengan hangat.

Karena kami sudah kenal lama, sayapun langsung to the point menyampaikan maksud wawancara ini dan langsung bertanya. Yakni soal keputusannya berhenti dari kerjaan pada awal tahun 2022 dan memulai usaha kopi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bermula dari stagnannya jenjang karir ketika mengajar, Dan komitmen untuk memberikan nafkah kepada keluarga tercinta dan ingin menjalankan kehidupan berdasarkan apa yang menjadi minat dan passion dia selama ini.

Dia menjelaskan sebenarnya secara tidak langsung kesukaan terhadap kopi ini sudah berlangsung lama, tepatnya Ketika dia nyantren si Pondok. Karena di lingkungan pesantren tidk diperkenankan ada gadget dan media hiburan.

Mau tidak mau, kopilah yang akhirnya menjadi media hiburan bagi mas Aziz dan rekan-rekannya di pondok.

Berawal dari itulah, mas Aziz belajar dan mendalami kopi mulai dari pemrosesan kopi sampai penyajian sehingga menjadi kopi yang nikmat diseruput. Bisa disebut cinta kopi dari pesantren.

Meskipun awalnya keputusannya itu ditentang oleh orang tua dan keluarga, akan tetapi menurutnya itu hal yang wajar. Akan tetapi setelah berjalannya waktu dan berproses akhirnya bisa membuktikan kalau keputusannya waktu itu sudah tepat.

Disebut keputusan yang tepat adalah ternyata dengan mengkhususkan diri menggeluti dunia kopi, mas Aziz telah membantu membangkitkan kesejahteraan; khususnya para petani kopi lokal yang ada di desanya.

Yakni dengan perjanjian yang saling menguntungkan sesuai dengan syariat Islam. Bisa mengangkat nilai jual kopi dari petani lokal.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dari proses olahan kopi yang dinamai dengan Cagarasa, dan produk kopinya Bernama Robuska, gabungan kata dari Robusta dan Kaliangkrik. Termasuk mengedukasi dan menstimulai masyarakat agar mau menanam kopi dan menyadari bahwa kopi mempunyai potensi ekonomi yang bisa diperhitungkan.

Mas Aziz memproduksi kopinya sendiri. Mulai dari menjemur sampai menggiling. Kedai kopi yang dibuatnya tidak butuh waktu lama untuk berkembang karena jauh sebelum resign, dia sudah menjadi aktifis kopi selama kurang lebih 2 tahun sebelum membuka kedai.

Berjalannya waktu, aktifitas kedai kopi Robuska yang semula hanya sebatas tempat ngopi dan nongkrong saja; berubah menjadi tempat berbagi dan curhat oleh konsumen setia mas Aziz.

Yang menjadikan kedai kopi ini lain dari yang lain menurut saya, adalah apa yang konsumen dapatkan selepas “ngopi di kedai kopi Robuska. Karena banyak kaum muda dan milenial yang nongkrong, secara tidak sadar obrolan mereka terbawa kepada obrolan keagamaan.

“Mengalir seperti air mbak, jadi yang ngopi disini ketika tahu saya suka ngajar ngaji, mereka mulai curhat tentang permasalahan mereka . dan tak jarang pula meminta solusi dan pencerahan. Di situlah saya masuk menyampaikan ilmu agama yang saya tahu,” ujar Aziz.

Jauh dari kata menggurui, itu kesan yang saya tangkap ketika beberapa kali saya sempat ngopi di kedai nya. Obrolan ringan, santai, kadang disisipi candaan khas bapak-bapak yang random dan khas.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Alhamdulillah mungkin ini dalan rejeki dari sing kuoso, saya menjadi semakin mantap menjalani hari-hari ini dengan fokus mencari rejeki (usaha kopi). Dan tetap bisa berkhidmah kepada masyarakat,” aku Aziz.

Di akhir obroran saya menanyakan apa target kedepannya sekaligus harapan pak Aziz kedepannya.

“Saya ingin kedepannya berinovasi dengan kopi sehingga bisa dinikmati semua kalangan,. Dan mencipakan kopi yang benar-benar memperhatikan proses dari awal sampai akhir yang akan membutuhkan waktu lama bisa lebih dari 1 tahun. Harapannya bisa jadi produk unggulan di desa dan saya bisa menyerap panenan warga di desa Kaliangkrik dan sekitarnya mbak . pendonganipun,” pintanya.

Tidak berapa lama saya mohon pamit. Saya merasa sangat senang ketika ternyata masih ada kaum muda yang tergerak hatinya untuk bermanfaat bagi lingkungannya. Karena bukankah harusnya memang menyebarkan kebaikan itu baiknya dimulai dari lingkungan terdekat kita dahulu? Sukses selalu untuk mas Aziz. Semoga sukses selalu. ( bsn/ Nidaul Khusna )

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: